BekisarMedia.id — Warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Musi dan wilayah perairan Sumatra Selatan (Sumsel), kini memiliki akses lebih cepat terhadap layanan kesehatan darurat.
Kehadiran Ambulans Apung yang dioperasikan Ditpolairud Polda Sumsel, menjadi solusi atas kendala transportasi yang selama ini kerap memperlambat penanganan medis.
Inovasi ini memanfaatkan Kapal Pol V-1027 Upang, yang sebelumnya berfungsi sebagai kapal patroli. Kapal tersebut dimodifikasi menjadi sarana evakuasi pasien dengan fasilitas medis dasar, sehingga mampu menjangkau desa-desa yang sulit diakses melalui jalur darat.
Wilayah perairan di Sumsel memang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat. Di sejumlah daerah seperti Desa Upang, Kabupaten Banyuasin, keterbatasan akses menuju rumah sakit, kerap meningkatkan risiko keterlambatan penanganan pasien.
Baca juga : Polisi Bantu Pemudik yang Tertinggal Kereta di Baturaja
Melalui Ambulans Apung, proses evakuasi kini dapat dilakukan lebih efisien. Pasien dijemput dari dermaga terdekat, kemudian dibawa menuju fasilitas kesehatan rujukan di Palembang, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Kapal dilengkapi ruang perawatan, tandu darurat, oksigen, serta perangkat komunikasi untuk memastikan koordinasi berjalan lancar.
Personel Ditpolairud juga disiagakan selama 24 jam, guna merespons laporan darurat dari masyarakat. Sejumlah kasus telah ditangani melalui layanan ini, mulai dari persalinan mendesak, gangguan kesehatan mendadak, hingga penanganan pasien anak yang membutuhkan perawatan intensif.
Tidak hanya untuk pasien hidup, layanan ini juga digunakan dalam kegiatan kemanusiaan lainnya, termasuk evakuasi jenazah dari wilayah terpencil.
Baca juga : Operasi Ketupat Musi Tahun 2026 Resmi Dimulai, Polda Sumsel Perkuat Pengamanan Mudik Idul Fitri
Kehadiran fasilitas ini, dinilai membantu meringankan beban masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi keterbatasan sarana transportasi air.
Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Dr. H. Shandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyatakan bahwa layanan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah perairan mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan layak,” ujarnya.
Sementara itu, Dir Polairud Polda Sumsel, Kombes. Pol. Heru Agung Nugroho, menegaskan bahwa pemanfaatan kapal patroli untuk kepentingan kemanusiaan, merupakan bagian dari pengembangan fungsi kepolisian.
Baca juga : Tawuran Dini Hari di Palembang Berujung Maut, Polisi Ringkus Pelaku di Banten
Hal serupa disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes. Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., yang menyebutkan bahwa layanan ini sebagai implementasi program pelayanan presisi Polri.
Ke depan, Polda Sumsel berencana mengembangkan layanan kesehatan berbasis perairan, melalui Klinik Terapung. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak desa, yang selama ini masih terbatas akses kesehatannya.
Hingga kini, keberadaan Ambulans Apung dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir, terutama dalam mempercepat penanganan darurat dan meningkatkan rasa aman.
Inovasi ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kepolisian di wilayah terpencil. (ohs)
