Himbauan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat untuk melakukan Vaksin Booster
Pemerintahan

Pemprov Sumsel Alokasikan 779 Miliar Tanggulangi Kemiskinan

PALEMBANG — Persentase kemiskinan di Sumatera Selatan (Sumsel) yang tercatat mencapai satu juta penduduk atau sekitar 12,80 persen dari total delapan juta penduduk, dimana persentase rata-rata kemiskinan nasional hanya 9,82 persen, mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, meminta kepala daerah yang masuk dalam kategori tingkat kemiskinannya, untuk lebih terbuka dan bekerja sama dengan Pemprov. Tujuannya, agar pengurangan kemiskinan bisa terkoordinasi dan mendapatkan solusi dengan baik.

“Ada yang salah dari kebijakan kepala daerah. Seperti contohnya Musi Banyuasin (Muba), daerah tersebut lumbung sumber daya alam dengan APBD yang tidak pernah dibawah 2,5 Triliun. Namun tetap saja kemiskinannya masih tinggi.” ujar Mawardi, seperti ditulis cnnindonesia.com.

Mantan Bupati Kabupaten Ogan Ilir itu menambahkan, daerah lainnya di Sumsel yang memiliki anggaran lebih rendah dari Muba, justru memiliki tingkat kemiskinan yang lebih baik. Maka dari itu, dirinya berharap bisa berkoordinasi dalam menanggulangi kemiskinan, sehingga persentasenya berada dibawah level nasional.

Baca Juga  Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel Dukung Keseriusan Gubernur Cegah Karhutlah

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel, Ekowati Retnaningsih, mengatakan, meski secara persentase masih berada diatas rata-rata nasional, namun tingkat kemiskinan di Sumsel sudah mengalami penurunan sejak tiga tahun lalu. Tahun 2015, tingkat kemiskinan mencapai 14,25 persen, kemudian 13,54 persen, dan terakhir di tahun 2017 menjadi 13,19 persen.

“APBD Sumsel tahun 2019 itu, sekitar 9 Triliun Rupiah. Total 779 Miliar dialokasikan untuk menanggulangi kemiskinan sepanjang tahun 2019.” ujar Ekowati Retnaningsih, hari Sabtu tanggal 5 Januari 2019.

Dia menjelaskan, dari total dana tersebut, disebar ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan akan digunakan melalui penyelenggaraaan program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ada tiga kabupaten yang tingkat kemiskinannya masih tinggi di Sumsel. Tiga daerah itu yakni Lahat sebesar 16,81 persen, Muba 16,75 persen, dan OKI 15,75 persen. Tiga daerah ini masuk kategori merah dan akan menjadi daerah yang diprioritaskan.” ungkapnya.

Hj. Anita Noeringhati, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Related Articles

One Comment

  1. Kalo mau masyarakt gak pada miskin. Beri mereka kerjaan yang layań∑. Percuma pemprov membagikan uang sebanyqk itu. Bakalan habis buat makan sehari hari kalo mereka gak punya pekerjaan tetap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button