Semen Padang FC Rombak Skuad Besar-Besaran, Rekrut 18 Pemain

BEKISARMEDIA.ID — Semen Padang FC menunjukkan ambisi tinggi untuk segera bangkit dan mengarungi kompetisi kasta kedua musim depan. Hingga hari Minggu, tanggal 28 Juni 2026, klub berjuluk Kabau Sirah itu tercatat bergerak agresif di bursa transfer, dengan mendatangkan 18 pemain baru sekaligus.

Langkah radikal ini diambil manajemen menyusul hasil mengecewakan pada musim kompetisi BRI Super League 2025/2026. Performa buruk membuat Semen Padang terdampar di peringkat ke-17 dari 18 peserta, hingga harus rela terdegradasi ke kompetisi kasta kedua bersama Persis Solo dan PSBS Biak.

Kombinasi Darah Muda dan Pemain Berpengalaman

Rombongan tenaga gres Kabau Sirah diisi oleh kombinasi gelombang pemain muda potensial dan nama-nama veteran di kancah sepak bola nasional. Daftar rekrutan baru tersebut meliputi David Maulana, Rahmat, Ariyanto Maring, Otto Kapisa, Muhammad Hargianto, Irvan Movu, hingga pemain naturalisasi kawakan, Esteban Vizcarra.

Selain nama-nama di atas, manajemen juga mengamankan tanda tangan Andre Pangestu, Agim Fariansyah, Nur Diansyah, M. Ilham Pratama, Gian Zola, Anwar Rifai, Novri Setiawan, Kemaluddin, Safrudin Tahar, Zulkifli Lukmansyah, serta eks kapten Persebaya, Alwi Slamat.

Menariknya, kehadiran beberapa pilar baru seperti Esteban Vizcarra dan Novri Setiawan, mengembalikan memori publik sepak bola Sumatra Selatan (Sumsel). Keduanya merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan Sriwijaya FC di masa lampau, yang kini membawa aura pengalaman mereka ke Sumatra Barat.

Di tengah perombakan besar tersebut, manajemen masih mempertahankan fondasi musim lalu. Nama-nama seperti penjaga gawang timnas muda Ikram Al Giffari, A. Iqbal Bachtiar, Firman Juliansyah, dan Kasim Botan, tetap dipertahankan untuk menjaga stabilitas tim.

Kembalinya Sang Mentor Legendaris dan Tantangan Musafir

Untuk meracik komposisi mewah ini, Semen Padang kembali memercayai kursi pelatih kepala kepada Nil Maizar. Arsitek taktik lokal ini sudah sangat mengenal seluk-beluk klub, karena pernah menangani tim kebanggaan ibu kota Sumatra Barat itu pada periode 2010-2012 dan 2015-2017.

Nil Maizar juga tercatat pernah menakhodai Sriwijaya FC, menjadikannya salah satu pelatih dengan reputasi kuat di wilayah Sumatra.

Dalam menjalankan tugasnya, Nil Maizar akan dibantu oleh tim kepelatihan yang solid. Sektor asisten pelatih diisi oleh duet legenda klub Hengky Ardiles dan Nur Iskandar.

Posisi pelatih kiper dipercayakan kepada Erick Ibrahim, sedangkan lini fisik dipimpin oleh Doni Sefriyanto bersama asisten Fauzan Maulana. Evaluasi taktik tim akan didukung oleh duet analis Dinar Bayu Aji dan Rizki Ananda Putra.

Tantangan berat dipastikan mengadang langkah Kabau Sirah musim depan. Selain harus menyatukan chemistry dari 18 pemain baru dalam waktu singkat, Semen Padang harus rela bermain sebagai tim musafir.

Mereka bakal menggunakan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jawa Barat, sebagai markas sementara. Langkah ini terpaksa diambil lantaran Stadion GOR Haji Agus Salim di Kota Padang akan memasuki tahap renovasi besar-besaran, demi memenuhi standar regulasi nasional yang lebih modern. (tri)