BekisarMedia.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) menegaskan tahun 2027 sebagai momentum penting percepatan pembangunan daerah, melalui penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 yang digelar di Auditorium Pemkab Muba, pada hari Kamis, tanggal 12 Februari 2026.
Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Muba, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Iskandar Syahrianto, yang mewakili Bupati Kabupaten Muba, menekankan bahwa seluruh perangkat daerah wajib memastikan sinkronisasi antara program kerja dengan hasil Musrenbang, pokok-pokok pikiran DPRD, serta visi dan misi kepala daerah.
Menurutnya, integrasi perencanaan menjadi kunci utama agar target pembangunan dapat dicapai secara optimal.
“Seluruh program harus terintegrasi dan mendukung prioritas daerah, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinkronisasi adalah kunci agar target RPJMD dan Renstra dapat tercapai secara maksimal,” ujar Iskandar Syahrianto dalam arahannya di hadapan peserta forum yang turut dihadiri Ketua DPRD Muba (Afitni Junaidi Gumay), Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan (Akhmad Toyibir), serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain menyoroti tentang pentingnya sinkronisasi program, Iskandar Syahrianto juga menekankan tentang percepatan penataan organisasi, melalui implementasi struktur organisasi baru.
Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan fokus dan efektivitas kinerja setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dalam mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai RPJMD.
Berdasarkan arah kebijakan pembangunan tahun 2027, Pemkab Muba menetapkan tema besar akselerasi pembangunan untuk mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat dan Sejahtera.
Tema tersebut menjadi landasan dalam menentukan prioritas pembangunan daerah, yang diarahkan pada pertumbuhan ekonomi berdaya saing dan berkelanjutan.
Pemkab Muba juga menargetkan penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan pangan.
Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, infrastruktur digital, serta konektivitas antarwilayah menjadi fokus penting guna mendorong pemerataan pembangunan.
Tidak hanya itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, produktif, dan inovatif juga menjadi prioritas utama.
Penguatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang bersih serta profesional, turut menjadi bagian dari strategi pembangunan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Menurut Iskandar Syahrianto, prioritas pembangunan tersebut disusun sebagai jawaban atas berbagai isu strategis daerah, seperti peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, pemerataan infrastruktur, pembangunan berkelanjutan, serta reformasi tata kelola pemerintahan.
“Agar tujuan pembangunan tercapai, diperlukan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program. Setiap OPD harus mampu menerjemahkan sasaran pembangunan secara terukur, sinergis, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Muba, Mursalin, mengungkapkan bahwa terdapat 22 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2029 yang menjadi fondasi penyusunan RKPD 2027.
Program-program tersebut mencakup pengentasan kemiskinan, pemberantasan korupsi, pengembangan industri halal, digitalisasi usaha, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas.
RKPD 2027 yang merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029, diproyeksikan menjadi fase percepatan implementasi program prioritas.
Pemerintah daerah berharap, berbagai kebijakan strategis tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Muba di masa mendatang. (een)
BekisarMedia.id Pendidikan, Prestasi, dan Masa Depan Sumsel





One comment
Pingback: Kabar Besar! Legalitas Lahan Warga Kabupaten Muba Dipercepat - BekisarMedia.id