BEKISARMEDIA.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu, keamanan, dan standar pelayanan darah kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan survei akreditasi oleh tim surveyor PMI Pusat, Minggu, 1 November 2026.
Kedatangan tim surveyor pusat disambut langsung oleh Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, didampingi Plt. Kepala UPTD PMI Kota Palembang, dr. H. Pemi Welrado, M.Kes., serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes., Sp.KKLP.
Adapun tim surveyor yang ditugaskan dalam peninjauan ini meliputi dr. Aulia Ramadhan Supit, M.Biomed., FIAQua., selaku Surveyor Bidang Manajemen, serta dr. Indah Wido Sari Nawangsih sebagai Surveyor Bidang Teknis.
Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, menyampaikan bahwa survei akreditasi merupakan langkah krusial dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memastikan bahwa proses pengelolaan darah di Unit Donor Darah (UDD) memenuhi standar kualitas yang ketat, mulai dari seleksi pendonor, pengambilan, pengolahan, hingga pendistribusian komponen darah kepada pasien yang membutuhkan.
Menurutnya, evaluasi dari PMI Pusat menjadi momentum strategis untuk meninjau aspek manajerial maupun teknis secara komprehensif, sehingga PMI Kota Palembang mampu menghadirkan layanan yang semakin profesional dan akuntabel.
“Alhamdulillah, PMI Kota Palembang sebelumnya telah berhasil mendapatkan sertifikat CPUB (Cara Pembuatan UDD yang Baik). Hari ini, kita kembali melaksanakan survei akreditasi dari PMI Pusat. Tentunya kita berharap seluruh proses penilaian ini dapat memberikan hasil yang terbaik,” ujar Dewi Sastrani.
Sertifikasi CPUB sendiri merupakan standar mutu operasional yang membuktikan bahwa UDD telah memenuhi protokol ketat dalam menjamin keamanan, sterilitas, dan kualitas pengolahan darah sebelum disalurkan ke fasilitas kesehatan.
Dewi Sastrani menegaskan bahwa proses akreditasi ini tidak sekadar mengejar penilaian administratif, melainkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pengurus dan relawan untuk terus melakukan pembenahan berkelanjutan. Ia pun mengharapkan masukan serta rekomendasi konstruktif dari tim surveyor pusat.
“Kami sangat mengharapkan arahan dan masukan dari tim PMI Pusat. Tentunya seluruh hasil evaluasi ini akan menjadi bahan perbaikan bagi kami agar PMI Kota Palembang dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin baik,” ungkapnya.
Melalui penguatan mutu pelayanan dan pengelolaan sistem transfusi darah yang transparan, PMI Kota Palembang berharap tingkat kepercayaan masyarakat untuk rutin mendonorkan darahnya akan semakin meningkat demi menjamin ketersediaan stok darah bagi warga yang membutuhkan. (ohs)







