Tiga pertandingan pertama Pegadaian Championship 2026/2027 belum memberikan kemenangan bagi Sumsel United. Satu hasil imbang dan dua kekalahan membuat perjalanan awal mereka berjalan lebih berat dari yang diharapkan, terlebih karena satu poin yang diperoleh dari pertandingan pertama, harus terlebih dahulu menutup sanksi pengurangan satu poin yang diterima sebelum kompetisi dimulai. Namun, pada pertandingan keempat, Sumsel United akhirnya membawa pulang sesuatu yang selama ini mereka cari.
Kemenangan pertama itu datang dari Banda Aceh. Bertanding di Stadion H. Dimurthala, Jumat malam, 2 Oktober 2026, Sumsel United berhasil mengalahkan tuan rumah Persiraja Banda Aceh dengan skor 2–1. Tomi Darmawan membuka keunggulan pada menit ke-29, Jayus Hariono menyamakan kedudukan pada menit ke-60, sebelum Ikechukwu Kenneth Ngwoke mencetak gol kemenangan Sumsel United tujuh menit kemudian.
Jika melihat hasil akhirnya, pertandingan tersebut memang berakhir dengan tiga poin untuk Sumsel United. Namun, perjalanan menuju kemenangan itu tidak sesederhana angka yang terlihat di papan skor. Mereka sempat berada dalam posisi unggul, kemudian harus menghadapi tekanan ketika Persiraja menyamakan kedudukan, dan pada akhirnya kembali menemukan gol untuk membawa pulang kemenangan.
Gol Tomi Darmawan pada menit ke-29, memberikan Sumsel United keuntungan pertama dalam pertandingan. Keunggulan tersebut bertahan sampai babak pertama berakhir, bahkan Persiraja harus bermain dengan sepuluh pemain, setelah Faris Adit Saputra menerima kartu merah pada menit ke-43. Situasi tersebut membuat Sumsel United berada dalam posisi yang cukup menguntungkan ketika memasuki babak kedua.
Tetapi, keunggulan jumlah pemain tidak otomatis membuat pertandingan menjadi mudah. Persiraja tetap memberikan perlawanan dan berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Jayus Hariono pada menit ke-60. Untuk sesaat, pertandingan kembali berada dalam keadaan seimbang, dan Sumsel United kembali harus menemukan cara untuk keluar dari tekanan.
Tujuh menit kemudian, Ikechukwu Kenneth Ngwoke mencetak gol yang kembali membawa Sumsel United unggul. Gol tersebut menjadi pembeda hingga pertandingan berakhir, sekaligus memberikan kesempatan kepada Sumsel United untuk merasakan bagaimana rasanya mempertahankan keunggulan dalam keadaan yang berbeda dari pertandingan sebelumnya.
Pengalaman tersebut terasa penting jika melihat kembali pertandingan melawan PSPS Pekanbaru. Pada pertandingan ketiga, Sumsel United sempat unggul lebih dahulu, tetapi akhirnya kehilangan keunggulan dan kalah 1–2. Di Banda Aceh, mereka kembali menghadapi situasi ketika lawan berhasil menyamakan kedudukan, tetapi kali ini mereka mampu merespons dan kembali mencetak gol.
M. Nasuha mengakui bahwa babak kedua memang menjadi bagian yang cukup berat bagi timnya. Ia melihat pergantian pemain yang dilakukan Persiraja mampu memberikan tekanan lebih besar kepada Sumsel United, sehingga para pemain harus terus diingatkan untuk tetap fokus dan belajar dari pertandingan sebelumnya. Kali ini, respons tersebut menghasilkan sesuatu yang berbeda, karena Sumsel United mampu mencetak gol kembali dan mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kemenangan di Banda Aceh tidak hanya berkaitan dengan gol yang dicetak. Ada pengalaman dari pertandingan sebelumnya yang coba dibawa ke pertandingan berikutnya, dan ada situasi yang kembali muncul ketika pertandingan memasuki fase yang menentukan. Perbedaannya terletak pada bagaimana Sumsel United merespons keadaan tersebut.
Dari sisi permainan, Persiraja sebenarnya tidak kehilangan seluruh kendali pertandingan, meskipun bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar lima puluh satu persen dan melepaskan tiga belas tembakan, dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Sumsel United sendiri mencatatkan penguasaan bola sebesar empat puluh sembilan persen, tetapi mampu menghasilkan tujuh belas tembakan dan sembilan di antaranya tepat sasaran.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pertandingan berlangsung cukup terbuka. Sumsel United tidak mendominasi penguasaan bola, tetapi mereka mampu menghasilkan lebih banyak percobaan dan tembakan tepat sasaran. Pada akhirnya, dua dari sembilan tembakan yang mengarah ke gawang tersebut menjadi gol yang membawa pulang tiga poin dari Banda Aceh.
Kemenangan ini membuat catatan perjalanan Sumsel United setelah empat pertandingan menjadi satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Mereka kini mengumpulkan tiga poin di klasemen sementara Grup A, setelah sebelumnya harus memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin. Dengan demikian, untuk pertama kalinya sejak kompetisi dimulai, poin yang dimiliki Sumsel United bukan lagi sekadar hasil dari menghapus hukuman awal, melainkan benar-benar berasal dari kemenangan yang mereka dapatkan di lapangan.
Di sisi lain, Persiraja harus menerima kekalahan keempat secara beruntun. Mereka juga harus menjalani pertandingan berikutnya dengan keadaan yang belum mudah, karena setelah pergantian pelatih dari Jaya Hartono kepada M. Ridwan, kemenangan masih belum berhasil didapatkan. M. Ridwan sendiri sebelumnya sudah mengakui bahwa Sumsel United bukan lawan yang mudah, dan bahwa tim tamu akan berusaha keras membawa pulang poin dari Banda Aceh.
Kini, catatan pertemuan kedua klub juga berubah. Setelah pertandingan ini, Sumsel United dan Persiraja sama-sama memiliki dua kemenangan dari empat pertemuan. Dua kemenangan Persiraja sebelumnya terjadi di Stadion H. Dimurthala, sedangkan kemenangan kedua Sumsel United atas Laskar Rencong kembali terjadi di stadion yang sama.
Tiga poin dari Banda Aceh tentu memberikan sesuatu yang berbeda bagi perjalanan Sumsel United. Sebelumnya mereka datang ke pertandingan dengan pertanyaan mengenai kapan kemenangan pertama akan diperoleh, sedangkan sekarang pertanyaannya bergeser menjadi bagaimana kemenangan tersebut akan dibawa ke pertandingan berikutnya.
Perubahan pertanyaan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi merupakan bagian dari perjalanan sebuah tim yang terus berjalan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Namun, empat pertandingan belum cukup untuk memberikan kesimpulan mengenai perjalanan satu musim. Kemenangan di Banda Aceh belum otomatis menghapus persoalan yang muncul dalam tiga pertandingan sebelumnya, sebagaimana kekalahan-kekalahan sebelumnya, juga tidak seharusnya menjadi dasar untuk menentukan bagaimana musim ini akan berakhir. Yang sudah pasti hanyalah satu hal, Sumsel United akhirnya mendapatkan kemenangan pertama mereka.
Pertandingan berikutnya akan membawa Sumsel United kembali ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 15.30 WIB, mereka akan menghadapi Persiku Kudus, dan pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan berikutnya untuk melihat apa yang bisa dilakukan Sumsel United setelah membawa pulang tiga poin dari Banda Aceh.
Perjalanan masih panjang, dan pertandingan-pertandingan berikutnya akan menjadi tempat bagi kemenangan ini untuk menemukan maknanya sendiri.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id











