Sumsel United kembali meninggalkan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring tanpa kemenangan. Pada pertandingan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027, Sabtu, 26 September, mereka harus menerima kekalahan 1–2 dari PSPS Pekanbaru, setelah sempat unggul lebih dahulu melalui gol Ahmad Aidil Subhi pada menit kesembilan. Dua gol tim tamu yang datang pada menit ke-73 dan ke-76, mengubah pertandingan yang semula berada dalam genggaman menjadi kekalahan kedua secara beruntun bagi Sumsel United.
Hasil ini menghadirkan pengalaman yang berbeda dari dua pertandingan sebelumnya. Ketika menghadapi PSMS Medan, Sumsel United mampu mengejar ketertinggalan dua gol untuk mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang. Saat bertandang ke Ciamis, mereka gagal bangkit setelah tertinggal dari PSGC, sedangkan kali ini persoalannya justru muncul ketika keunggulan sudah berhasil diperoleh sejak awal pertandingan.
Gol cepat Ahmad Aidil Subhi sebenarnya memberikan kesempatan bagi Sumsel United untuk menjalani pertandingan dari posisi yang lebih menguntungkan. Namun, keunggulan tersebut tidak membuat mereka mampu mengendalikan jalannya permainan. PSPS justru lebih banyak menguasai bola dan terus membangun tekanan hingga akhirnya menemukan dua gol yang membalikkan keadaan.
Catatan statistik memperlihatkan besarnya tekanan yang harus dihadapi tuan rumah. Sumsel United hanya menguasai bola sebanyak 32 persen dan menghasilkan enam tembakan, sementara PSPS mencatatkan dua puluh empat tembakan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen. Dari jumlah tersebut, tiga tembakan Sumsel United mengarah ke gawang, sedangkan PSPS menghasilkan tujuh tembakan tepat sasaran.
Angka-angka itu tidak menjelaskan seluruh jalannya pertandingan, tetapi memberikan gambaran mengenai kesulitan Sumsel United dalam mempertahankan kendali setelah unggul. Mereka memang mampu menjaga keunggulan hingga babak pertama berakhir, tetapi belum berhasil mengurangi tekanan lawan secara berkelanjutan. Ketika pertandingan memasuki babak kedua, persoalan tersebut akhirnya menjadi semakin terasa.
Pelatih Sumsel United, M. Nasuha, tidak menutupi kekecewaannya terhadap hasil pertandingan. Ia menilai timnya seharusnya mampu melepaskan diri dari tekanan, mengatur tempo, dan kembali membangun serangan setelah mendapatkan keunggulan. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pekerjaan rumah Sumsel United bukan hanya terletak pada bagaimana mencetak gol, tetapi juga bagaimana mengelola situasi setelah gol tersebut tercipta.
Dalam pertandingan sepak bola, keunggulan sering kali mengubah tuntutan terhadap sebuah tim. Ketika tertinggal, tim harus mencari cara untuk mengejar, sedangkan ketika unggul, mereka perlu menentukan bagaimana menjaga keseimbangan antara bertahan dan tetap memberikan ancaman. Di hadapan PSPS, Sumsel United belum menemukan keseimbangan tersebut.
Dua gol PSPS yang dicetak Antonio Augusto Gamaroni de Carvalho dan Natanael Siringo Ringo, hanya berselang tiga menit. Perubahan skor yang begitu cepat, tentu menyulitkan Sumsel United untuk kembali menata permainan, terlebih ketika waktu pertandingan semakin berkurang. Namun, jika melihat tekanan yang sudah berlangsung sebelumnya, kekalahan ini tidak cukup dijelaskan hanya melalui dua momen tersebut.
Menjelang akhir pertandingan, Sumsel United juga harus kehilangan Tegar Hening Pangestu setelah menerima kartu kuning kedua. Kartu merah itu menambah kesulitan tim yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan. Untuk kedua kalinya secara beruntun, Sumsel United menyelesaikan pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit daripada lawannya.
Di luar persoalan permainan, Nasuha juga mengingatkan bahwa beberapa pemain asing masih menjalani proses adaptasi. Menurutnya, Hibiki Mochizuki telah bergabung lebih awal, sementara Ikechukwu Kenneth Ngwoke baru sekitar dua minggu bersama tim dan Felipe Ryan Alves Silva baru empat hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks dalam membaca kesiapan skuad, meskipun tidak menghapus kebutuhan untuk mengevaluasi apa yang terjadi selama pertandingan.
Tiga pertandingan pertama, kini memberikan gambaran tentang tantangan yang berbeda-beda bagi Sumsel United. Mereka pernah memperlihatkan kemampuan bangkit, kemudian menghadapi kesulitan ketika tertinggal, dan sekarang belum mampu mempertahankan keunggulan. Rangkaian pengalaman itu belum cukup untuk menentukan bagaimana musim ini akan berakhir, tetapi sudah memperlihatkan beberapa persoalan yang perlu dijawab dalam perjalanan berikutnya.
Dari sisi klasemen, Sumsel United masih berada di peringkat kedelapan Grup A dengan nol poin. Hasil imbang melawan PSMS Medan seharusnya menghasilkan satu poin, tetapi jumlah tersebut terhapus oleh sanksi pengurangan satu poin yang dibawa sejak awal kompetisi. Setelah tiga pertandingan, mereka belum berhasil menambahkan poin baru ke dalam klasemen.
Keadaan ini membuat pertandingan berikutnya memiliki arti penting bagi perjalanan awal Sumsel United. Mereka akan bertandang ke Banda Aceh untuk menghadapi Persiraja pada Jumat, 2 Oktober 2026, dengan membawa hasil satu kali imbang dan dua kali kalah. Pertandingan itu akan menjadi kesempatan berikutnya untuk melihat bagaimana tim merespons persoalan yang sudah muncul sejak pekan pertama.
Nasuha berharap, para pemain memanfaatkan latihan untuk memperbaiki kekurangan dan kembali memusatkan perhatian pada pertandingan berikutnya. Harapan tersebut kini perlu diterjemahkan menjadi perubahan yang terlihat di lapangan, baik dalam kemampuan menghadapi tekanan, menjaga konsentrasi, maupun mengelola pertandingan ketika berada dalam posisi unggul. Sebab evaluasi tidak berhenti pada pengakuan bahwa sebuah pertandingan telah memberikan pelajaran.
Bagi Sumsel United, kekalahan dari PSPS menambah satu catatan dalam perjalanan yang baru dimulai. Setelah belajar mengejar ketertinggalan dan menghadapi kegagalan untuk bangkit, kini mereka mendapatkan pengalaman tentang betapa sulitnya menjaga sesuatu yang sudah berhasil diraih. Tiga pertandingan telah berlalu, dan perjalanan berikutnya akan memperlihatkan sejauh mana pengalaman-pengalaman awal itu benar-benar membantu tim menemukan bentuk permainannya.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id







