H. M. Albahori, M.I.Kom., Politisi dan Praktisi Komunikasi Politik. (foto : dok pribadi Albahori)
H. M. Albahori, M.I.Kom., Politisi dan Praktisi Komunikasi Politik. (foto : dok pribadi Albahori)

Pentingnya Personal Branding Bagi Caleg Pemilu 2024

Maraknya kontestasi Politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang, merupakan penghelatan yang perlu mendapat fokus perhatian serius, bagi Parpol peserta Pemilu 2024. Ada 18 Partai Politik (Parpol) yang ikut kontestasi politik baik pada Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak

Pada Pileg Mendatang, kompetisi para calon Legistatif Parpol berjuang menarik simpati masyarakat pada Daerah Pemilihan (Dapil) sangat ketat pada daerah pemilihannya, hal ini bukanlah suatu perkara mudah, banyak cara dan strategi yang perlu dilakukan. Mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, terutama pada aspek komunikasi kepada masyarakat kontituennya, guna melalukan citra diri atau Personal Branding.

Beberapa tips atau langkah yang harus dilakukan seorang calon legistatif, mencitrakan diri atau memberikan image positif kepada masyarakat, dengan memperhatikan para tokoh-tokoh atau public figur, sebagai inspirasi dan motivasi seperti para kalangan politisi yang populer dan milenial, kalangan profesi dan tokoh senior maupun junior melalui saluran2 media digitalisasi yang berkembang masif saat ini.

Melakukan branding pada saluran media online, merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh Caleg, terutama dalam menarik simpati masyarakat kalangan milenial, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Sedangkan pada masyarakat pedesaan tertinggal, cara offline atau dialog langsung masih perlu dilakukan secara intensif, dalam upaya mendapatkan kepercayaan publik konstituennya.

Stigma yang berkembang di masyarakat saat ini bahwa terjadi semacam krisis kepercayaan terhadap para politisi, ada anggapan bahwa, cenderung para caleg terpilih dianggap inkonsisten dan tidak sesuai dengan janji dan harapan politik pada saat kampanye politik, sehingga tanggapan masyarakat pada calon legistatif cenderung skeptis dan apatis.

Stigmatisasi politik oleh masyarakat memang sulit untuk dibendung akibat pengaruh dari perilaku politik yang mengatasnamakan rakyat demi kepentingan pribadi (Populisme). Dari stigmatisasi politik tersebut, membuat tingkat kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam politik sangat sedikit. Konsep demokrasi yang pro rakyat yakni, “Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”, namun berbanding terbalik menjadi “Dari rakyat, oleh rakyat, untuk pribadi”. Sehingga, masyarakat mengkonotasikan politik hanya sebagai instrumen penipuan, kebohongan dan akal-akalan retorika belaka.

Oleh karena itu, perlu dilakukan cara2 baru dan berbeda dalam melakukan citra diri atau branding, sehingga dapat menarik simpati masyarakat secara baik dan maksimal di daerah pemilihannya Pileg 2024.

Ada beberapa tips dan langkah yang perlu dilakukan para caleg, yaitu pertama, bagaimana caranya untuk mendapatkan kepercayaan publik, kedua bagaimana kemampuan seseorang memperluas koneksi atau relasi yang dimiliki oleh seseorang, ketiga bagaimana kemampuannya Membuka peluang baru, setiap orang akan sangat mudah dikenali dan diingat jika memiliki personal branding yang baik. keempat bagaimana kemampuannya Menunjukkan prestise.

Personal branding juga dapat menunjukkan kualitas dan kemampuan seseorang. Maka perlu untuk membangunnya agar publik mengetahui kemampuan dari bidang yang Anda tekuni dan kelima kemampuannya Memberikan kesan positif. Seorang Caleg yang telah memiliki personal branding secara tidak langsung juga memberikan hal positif terhadap sekitarnya. Ini ditandai dengan publik yang percaya bahwa Anda bisa merubah situasi menjadi lebih baik atau memberikan solusi.

Ads beberapa tahapan para Caleg melakukan branding:

1. Tetapkan Branding Diri, tahap ini caleg memberikan persepsi dan harapan kepada publik melalui branding diri yang dimilikinya. Ini bisa berupa program yang akan dilaksanakan jika caleg berhasil terpilih nantinya dan disampaikan melalui media sosial dan atau dialog langsung ke dapil.
2. Tentukan Karakter Yang Ingin Ditonjolkan, cari sesuai hal yang agak berbeda dan unik, sikap, penampilan dan gaya secara sederhana.
3. Pemilihan Orientasi, membuat peta politik dan segmentasi pada dapil
4. Membawa inspirasi perubahan dan menemukan solusi permasalahan dapil.
5. Menampilkan karakter sebagai pimimpin
6. Menampilkan personality, kesederhanaan, tidak over, santun dan bersahabat.
7. Melakukan survey dapil
8. Menguasai publik speaking.
9. Gunakan website, untuk media komunikasi pada platform medsos.

Demikian tips-tips personal branding bagi para politisi pada Pileg 2024 mendatang. Semoga menjadi inspirasi dalam perolehan kursi parlemen, sukses.

*Ditulis oleh H. M. Albahori, M.I.Kom.
Politisi dan Praktisi Komunikasi Politik

Umroh Bersama Hamidah
Laporan :
Editor :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *