Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Banner Ajakan Bijak Menyikapi Informasi dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin
Pemain PSIM Yogyakarta di BRI Super League musim 2025/2026 sedang melakukan latihan. (BEKISARMEDIA.ID/TRY)
Pemain PSIM Yogyakarta di BRI Super League musim 2025/2026 sedang melakukan latihan. (BEKISARMEDIA.ID/TRY)

PSIM Yogyakarta Libur Lebaran 6 Hari, Pelatih Wanti-Wanti Soal Berat Badan Pemain

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Selatan

BekisarMedia.id — Manajemen PSIM Yogyakarta memberikan waktu libur kepada para pemain selama enam hari, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Skuad berjuluk Laskar Mataram itu, dijadwalkan tidak menjalani latihan sejak Selasa, tanggal 17 Maret 2026, hingga Minggu, tanggal 22 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil di tengah jeda kompetisi BRI Super League musim 2025/26, yang dimanfaatkan oleh tim pelatih untuk melakukan pengaturan ulang program latihan, sekaligus memberikan waktu pemulihan fisik dan mental bagi pemain.

Pelatih kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengungkapkan bahwa keputusan meliburkan tim telah melalui perencanaan matang. Ia memastikan program latihan tetap terstruktur sebelum dan sesudah masa libur.

“Kami tetap menjalani latihan selama beberapa hari, kemudian memberi waktu libur enam hari. Setelah itu, kami memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan pertandingan melawan Dewa United Banten FC,” ujar Jean Paul Van Gastel.

Menurut pelatih asal Belanda itu, libur Lebaran penting diberikan, agar para pemain dapat berkumpul bersama keluarga, sekaligus memulihkan kondisi fisik. Ia menilai, keseimbangan antara latihan dan waktu istirahat, menjadi faktor penting dalam menjaga performa tim.

Namun demikian, Jean Paul Van Gastel mengingatkan para pemain untuk tetap menjaga kondisi tubuh selama masa libur, terutama dalam mengontrol pola makan. Ia menyoroti kebiasaan konsumsi makanan manis saat Ramadhan dan Lebaran, yang berpotensi memengaruhi kebugaran pemain.

“Secara umum, makanan di Indonesia mengandung cukup banyak gula. Para pemain harus sadar terhadap apa yang mereka konsumsi,” katanya.

Meski tidak memberikan aturan khusus terkait menu makanan, Jean Paul Van Gastel menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kebugaran tetap berada pada masing-masing pemain. Ia bahkan tidak segan mengambil tindakan tegas, jika pemain kembali dalam kondisi tidak ideal.

“Saya ingin mereka kembali dalam kondisi bugar dengan berat badan yang terjaga. Jika tidak, tentu akan ada konsekuensi,” tegasnya.

Setelah masa libur berakhir, PSIM Yogyakarta akan kembali fokus menjalani persiapan menghadapi laga penting melawan Dewa United Banten FC. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi salah satu penentu performa tim di fase lanjutan kompetisi.

Di sisi lain, Jean Paul Van Gastel juga memanfaatkan jeda kompetisi ini untuk beristirahat bersama keluarga. Ia mengaku berencana menghabiskan waktu liburan ke Vietnam. “Kami juga butuh rehat. Saya akan pergi berlibur bersama keluarga,” tutupnya. (try)

3a39f8afb679f0a60a78f1a01894f548

Ditulis oleh : | Redaktur : Tri Ricki Yakub

About tri ricki

Avatar photo
Jurnalis olahraga dengan sertifikasi Wartawan Muda, yang fokus pada dinamika sepak bola daerah dan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *