Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Bupati Kabupaten OKI, H. Muchendi Mahzareki, saat menerima gelar adat Sutan Rajo Mudo Nan Sati di Pendopo OKI.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki resmi menyandang gelar "Sutan Rajo Mudo Nan Sati" yang dianugerahkan oleh Ninik Mamak Minangkabau di Kabupaten OKI. (BEKISARMEDIA.ID/ANGGA)

Resmi Bergelar Sutan Rajo Mudo Nan Sati, H. Muchendi Mahzareki Perkuat Harmoni Budaya di Bumi Bende Seguguk

BEKISARMEDIA.ID — Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki kini resmi menyandang gelar kehormatan adat Minangkabau sebagai Sutan Rajo Mudo Nan Sati, setelah dianugerahi langsung oleh Ninik Mamak masyarakat Minang di Kabupaten OKI.

Penganugerahan gelar yang sarat makna ini, berlangsung khidmat di tengah pengukuhan Dewan Pengurus Bundo Kanduang (DPBK) Kabupaten OKI periode 2026–2030 di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, pada hari Minggu, 12 April 2026.

Momen ini menjadi simbol kuat bahwa seorang pemimpin daerah di Bumi Bende Seguguk, bukan hanya penyelenggara pemerintahan, melainkan penjaga nilai-nilai budaya bagi masyarakatnya yang majemuk.

baca juga : Dulunya Susah Sinyal, Kini Wong Desa Kuripan Bisa Internetan Lancar dari Dalam Rumah

Amanah Moral di Balik Gelar Kehormatan

Bagi H. Muchendi Mahzareki, gelar Sutan Rajo Mudo Nan Sati yang diterimanya, bukanlah sekadar penghormatan formalitas yang melekat di depan nama.

Ia menegaskan bahwa anugerah ini membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian adat istiadat yang ada di tengah masyarakat Kabupaten OKI yang beragam.

“Gelar ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah moral untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat masyarakat OKI yang majemuk,” ujar H. Muchendi Mahzareki dengan penuh bangga.

baca juga : Kuliah, Kerja, atau Menikah? Menimbang 4 Jalur Strategis Setelah Lulus SMA

Sinergi Bundo Kanduang dan Kearifan Lokal

Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting bagi kepengurusan Bundo Kanduang Kabupaten OKI yang baru saja dikukuhkan, di bawah nakhoda Yuliarti Nafion.

Ketua Umum BMKM Sumsel, Nofrizon DT, berpesan agar kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat terus diperkuat, demi keberlanjutan nilai budaya di era modern.

Menurutnya, peran perempuan atau Bundo Kanduang sangat krusial dalam membina keluarga, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang tetap berpijak pada akar budaya.

Sinergi yang tercipta antara Pemkab OKI dan masyarakat Minang ini, diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kerukunan serta mendorong kemajuan daerah berbasis kearifan lokal. (ang)

Ditulis oleh : Angga Putra | Redaktur : O. Hairudin Sikumbang

About Angga Putra

Jurnalis bekisarmedia.id seputar sepak bola Indonesia dan Sumatra Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *