Lima pertemuan terakhir Semen Padang FC dengan PSPS Pekanbaru menyisakan sebuah catatan yang cukup menarik. Empat pertandingan berakhir imbang dan satu pertandingan menjadi milik Semen Padang, sehingga Kabau Sirah belum pernah merasakan kekalahan ketika berhadapan dengan PSPS dalam lima pertemuan tersebut. Tetapi sepak bola tidak selalu bersedia hidup di dalam catatan masa lalu, karena setiap pertemuan baru, membawa cerita dan keadaan yang berbeda.
Minggu malam, 4 Oktober 2026, kedua tim akan kembali bertemu di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi. Kali ini bukan sekadar dua klub dari Pulau Sumatra yang bertemu karena memiliki sejarah pertandingan, tetapi dua tim yang sedang berjalan menuju tujuan yang sama di Pegadaian Championship 2026/2027. Keduanya sedang berusaha mendapatkan tempat untuk kembali bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Semen Padang datang dengan enam poin dari tiga pertandingan. Dua kemenangan atas Persiraja Banda Aceh dan PSGC Ciamis, serta satu hasil imbang melawan PSIS Semarang, seharusnya menghasilkan tujuh poin dari pertandingan yang dimainkan, tetapi pengurangan satu poin sebelum kompetisi, membuat angka yang tercatat di klasemen menjadi enam. Sementara itu, PSPS Pekanbaru juga mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan, sehingga pertemuan kedua tim ini menjadi bagian dari persaingan yang mulai terasa sejak awal musim.
Ada kesamaan lain dalam perjalanan keduanya. PSPS meraih kemenangan ketika menghadapi Persiraja Banda Aceh dan Sumsel United, sementara satu pertandingan lainnya berakhir tanpa kemenangan ketika menghadapi PSIS Semarang. Semen Padang memiliki catatan yang hampir serupa, hanya saja perjalanan mereka membawa satu hasil imbang ketika bermain menghadapi PSIS di Bekasi.
Catatan tersebut membuat pertandingan kali ini terasa seperti pertemuan dua tim yang sedang mencari bentuk. Semen Padang memiliki empat gol dan baru kebobolan satu, sedangkan PSPS sudah mencetak lima gol tetapi juga kebobolan empat. Angka-angka itu mungkin terlihat sederhana, tetapi ia memberi sedikit gambaran bahwa pertandingan nanti tidak hanya mempertemukan dua nama yang sudah saling mengenal, melainkan dua tim yang sedang berusaha memastikan langkah mereka tetap berada di jalur yang diinginkan.
Namun ada satu catatan yang tidak bisa diabaikan. Semen Padang memang belum pernah kalah dari PSPS dalam lima pertemuan terakhir, tetapi catatan itu juga tidak pernah menghadirkan kemenangan yang mudah. Empat pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1, sementara satu kemenangan Semen Padang pada 2023, baru terjadi setelah pertandingan berjalan panjang dalam sejarah pertemuan kedua klub.
Karena itu, rekor tersebut mungkin lebih tepat dipandang sebagai bagian dari cerita, daripada sebuah jaminan. Ia memberi tahu bahwa Semen Padang pernah mampu melewati PSPS, tetapi tidak mengatakan bahwa pertandingan berikutnya akan berjalan dengan cara yang sama. Di lapangan nanti, pemain-pemain yang berdiri di sana, akan membawa situasi mereka sendiri, bukan sekadar membawa hasil dari pertandingan yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.
PSPS juga datang dengan sesuatu yang layak diperhatikan. Dua kemenangan dari tiga pertandingan membuat mereka berada tepat di belakang Semen Padang dalam klasemen sementara Grup A, dan mereka tentu memiliki alasan sendiri untuk datang ke Bekasi dengan keyakinan. Di bawah kepemimpinan Akhyar Ilyas, PSPS sedang membangun perjalanan mereka sendiri, sementara Semen Padang harus kembali membuktikan bahwa hasil-hasil yang sudah mereka dapatkan bukan sekadar kebetulan dari tiga pertandingan awal.
Bagi Semen Padang, pertandingan ini juga kembali membawa cerita yang sedikit berbeda tentang rumah. Stadion H. Agus Salim masih menjalani renovasi, sehingga perjalanan Kabau Sirah belum memungkinkan mereka bermain di hadapan masyarakat Minang, di rumah sendiri. Stadion Patriot Chandra Bhaga untuk sementara menjadi tempat mereka menjalani pertandingan kandang, dan sekali lagi masyarakat Minang serta para pendukung Semen Padang di perantauan diharapkan menjadi bagian dari suasana pertandingan.
Mungkin di situlah pertandingan ini memiliki cerita lain di luar angka-angka. Semen Padang belum bisa kembali ke rumah yang selama ini dikenal, tetapi perjalanan sebagai tim musafir bukan berarti harus berjalan sendirian. Ada orang-orang yang datang, ada suara-suara yang tetap terdengar, dan ada dukungan yang membuat sebuah stadion yang jauh dari Padang tetap bisa terasa dekat.
Lalu ketika pertandingan dimulai, semua cerita tentang lima pertemuan sebelumnya akan kembali menjadi masa lalu. Tidak ada lagi catatan empat kali imbang dan satu kemenangan yang bisa membantu pemain mencetak gol, dan tidak ada pula angka enam poin yang bisa menjaga gawang dari serangan lawan. Yang tersisa hanyalah sembilan puluh menit untuk melihat apakah Semen Padang mampu melanjutkan langkahnya, atau PSPS akhirnya menemukan cara untuk mengubah catatan lama tersebut.
Barangkali memang itu yang menarik dari sebuah pertandingan. Kita boleh membawa sejarah ke dalamnya, tetapi sejarah tidak pernah bisa bermain menggantikan sebelas pemain yang berada di lapangan. Semen Padang dan PSPS akan kembali bertemu, membawa cerita masing-masing, dan setelah peluit pertama dibunyikan, catatan lama hanya akan menjadi sesuatu yang pernah terjadi.
Selebihnya, pertandingan akan menulis ceritanya sendiri.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id












