BEKISARMEDIA.ID — Ajang kompetisi sepak bola usia dini Sumatera Junior League (SJL) Regional Sumatra Selatan (Sumsel) tahun 2026 siap digulirkan pada 1-2 Agustus 2026 di Kota Palembang. Turnamen akbar yang mempertandingkan kelompok umur U-10 dan U-12 ini, diproyeksikan menjadi salah satu festival sepak bola akar rumput terbesar di Pulau Sumatra.
Kompetisi ini dirancang bukan sekadar turnamen musiman, melainkan wadah pembinaan berjenjang guna menjaring bibit pesepak bola potensial dari Bumi Sriwijaya. Selain memburu prestasi regional, tim terbaik dari kelompok umur ini nantinya akan memperebutkan tiket menuju Putaran Nasional SJL 2026 yang bakal diselenggarakan di Stadion Utama Sumatra Barat pada akhir Agustus 2026.
Ditangani Mantan Sekretaris Tim Sriwijaya FC
Berdasarkan Surat Keputusan CEO Sumatera Junior League Nomor 00G/SK-SJL/PIC-2026, pengelolaan kompetisi wilayah Sumsel secara resmi dimandatkan kepada Aulia Septian, sebagai Penanggung Jawab Regional (Person in Charge/PIC).
Aulia merupakan sosok yang tidak asing dalam lanskap sepak bola lokal, karena pernah menjabat sebagai Sekretaris Tim Sriwijaya FC, saat klub kebanggaan warga Sumsel tersebut berkompetisi di kasta tertinggi Liga 1 Indonesia.
Pengalaman manajerial di tingkat profesional tersebut, diharapkan mampu membawa standar pengelolaan kompetisi usia dini ini menjadi lebih terstruktur dan objektif.
Format festival sepak bola yang diusung dalam SJL menggabungkan sisi kompetitif dengan edukasi mental bertanding (fair play) sejak usia dini.
“Alhamdulillah, kami mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara Regional Sumatera Selatan. Ini menjadi kesempatan besar bagi SSB di Sumsel untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi,” ujar Aulia Septian di Palembang, Selasa, 23 Juni 2026.
Konsep Kompetisi Garapan Penggagas Bandung Premier League
Sumatera Junior League lahir dari gagasan Doni “Jalu” Setiabudi, figur sepak bola nasional asal Bandung yang juga dikenal sebagai CEO Bandung Premier League serta pionir Liga Anak Jabar.
Melalui skema kompetisi regional yang digelar serentak di berbagai provinsi di Sumatera, turnamen ini mencoba mendobrak pola pembinaan konvensional yang kerap berpusat di Pulau Jawa.
Pihak panitia kini telah membuka keran pendaftaran bagi seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub usia dini dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel. Kehadiran turnamen trans-provinsi seperti ini dinilai krusial, untuk menambah jam terbang operasional para pemain muda di luar kompetisi rutin lokal.
Bagi pengelola SSB atau klub yang ingin mendaftarkan timnya dalam perhelatan Sumatera Junior League Regional Sumsel 2026, panitia pelaksana telah menunjuk narahubung resmi melalui Yakup di nomor komunikasi 0813-6762-6812.
Melalui partisipasi aktif seluruh daerah, ajang ini diharapkan mampu membangkitkan kembali gairah pembinaan usia muda demi masa depan prestasi sepak bola Sumsel. (ang)


