Buka Festival Sriwijaya 2026, Wagub Sumsel Ajak Generasi Muda Gali Kejayaan Sejarah Sumsel

Kesiapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk Bebas Asap Tahun 2026

BEKISARMEDIA.ID — Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, resmi membuka gelaran Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jum’at, 15 Mei 2026.

Pembukaan ajang tahunan yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Sumsel ini, diarahkan sebagai instrumen taktis untuk memicu kebangkitan kebudayaan daerah, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat modern terhadap akar sejarah kejayaan kemaritiman Kerajaan Sriwijaya.

Eksistensi festival budaya ini diproyeksikan mampu mendongkrak geliat sektor pariwisata regional, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi kreatif pasca pandemi di Sumsel.

Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut ini, mengintegrasikan berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pasar kuliner lokal, hingga panggung hiburan rakyat yang menyedot perhatian ribuan pengunjung.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, resmi membuka gelaran Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jum'at, 15 Mei 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, resmi membuka gelaran Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jum’at, 15 Mei 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Penguatan Karakter Budaya dan Sertifikasi Warisan Takbenda

Cik Ujang menegaskan bahwa nilai-nilai kebesaran Kerajaan Sriwijaya tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu, melainkan harus diadopsi sebagai stimulus semangat pembangunan bagi generasi muda saat ini.

Revitalisasi kebudayaan dinilai penting, sebagai tameng ketahanan sosial agar identitas asli daerah tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Sebagai bentuk konkret komitmen pelestarian tersebut, agenda pembukaan ini dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat resmi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Penghargaan negara ini diserahkan secara simbolis kepada lima wilayah di Sumsel yang dinilai konsisten menjaga kelestarian adat tradisinya, yaitu Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Prabumulih, dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, resmi membuka gelaran Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jum'at, 15 Mei 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, resmi membuka gelaran Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jum’at, 15 Mei 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Rudi Irawan, menambahkan bahwa pendekatan sosial-budaya melalui festival ini, dirancang secara terukur untuk memperkuat citra positif Sumsel di kancah domestik maupun internasional.

Kegiatan ini menjadi jembatan edukasi interaktif bagi generasi Z dan milenial, agar tetap mengenali identitas keluhuran sejarah negerinya sendiri.

Apresiasi Nasional dan Konsistensi Tata Kelola Event

Apresiasi tinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, datang dari Sekretaris Deputi Kementerian Pariwisata Bidang Penyelenggaraan Event, Nova.

Pihak kementerian menyampaikan kebanggaannya, karena Festival Sriwijaya mampu mempertahankan kualitasnya dengan kembali menembus jajaran 125 Karisma Event Nusantara (KEN) untuk keenam kalinya.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, resmi membuka gelaran Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jum'at, 15 Mei 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, resmi membuka gelaran Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jum’at, 15 Mei 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Penilaian masuknya festival ini ke dalam kalender pariwisata nasional, didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kekuatan karakter seni budaya yang ditampilkan, manajemen tata kelola penyelenggaraan yang profesional, serta besarnya dampak berganda (multiplier effect) terhadap perputaran ekonomi pelaku UMKM lokal.

Keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen kerja sama yang solid antara jajaran pemerintah daerah, budayawan, komunitas kreatif, pihak swasta, dan masyarakat pegiat seni di Kota Palembang.

Melalui promosi yang masif, promosi kebudayaan Sumsel diharapkan mampu menjangkau pangsa pasar pariwisata global yang lebih luas di masa mendatang. (ohs)

baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar