Mundari Karya Resmi Tangani Isenmulang Kalteng FC, Lengkapi Lisensi AFC Pro

BEKISARMEDIA.ID — Isenmulang Kalteng FC secara resmi mengumumkan penunjukan Mundari Karya sebagai pelatih kepala baru tim. Langkah strategis ini diambil manajemen klub untuk memenuhi regulasi kepelatihan kompetisi kasta tertinggi, mengingat pelatih Ade Suhendra saat ini belum mengantongi lisensi AFC Pro.

Pengumuman kedatangan pelatih yang akrab disapa Coach MK itu, disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi klub. Dalam unggahannya, manajemen menyambut hangat kehadiran sosok berpengalaman di kancah sepak bola nasional itu.

“Selamat datang di keluarga besar, Coach MK! Saatnya bersama-sama melangkah, berjuang, dan memberikan yang terbaik untuk Isenmulang Kalteng FC!” tulis pihak klub dalam keterangan resminya.

Kehadiran Mundari Karya diharapkan mampu melengkapi persyaratan administrasi regulasi kompetisi sekaligus memperkuat jajaran tim kepelatihan. Melalui kombinasi pengalaman panjang Mundari Karya dan strategi Ade Suhendra, yang juga merupakan menantunya, Isenmulang Kalteng FC optimis dapat bersaing maksimal serta meraih hasil kompetitif di Super League musim ini.

Sebagai catatan, Isenmulang Kalteng FC yang bermarkas di Kota Palangka Raya, sebelumnya dikenal dengan Adhyaksa FC. Klub ini memastikan tiket promosi ke Super League musim 2026–2027 setelah keluar sebagai pemenang babak play-off Pegadaian Championship musim sebelumnya, usai menundukkan Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0.

BACA JUGA:  Persebaya Kembali Latihan Usai Lebaran, Bangkit dari Kekalahan Telak Jadi Misi Utama

Rekam Jejak dan Pengalaman Panjang Mundari Karya

Mundari Karya, yang kini berusia 66 tahun, merupakan salah satu figur senior di dunia sepak bola Indonesia. Lahir di Pekanbaru pada 1 Oktober 1959, ia memiliki rekam jejak panjang baik sebagai pemain maupun juru taktik profesional. Salah satu momen paling ikonik dalam catatan sejarah kariernya sebagai pemain tim nasional junior adalah ketika ia mendapat tugas khusus untuk menjaga bintang dunia Diego Maradona pada ajang Piala Dunia U-20 1979 di Jepang. Ia juga sempat mengenang pengalaman membela Merah Putih pada babak kualifikasi Pra Piala Dunia 2002.

Setelah gantung sepatu, Mundari Karya beralih ke dunia kepelatihan dan manajerial. Sepanjang kariernya di pinggir lapangan, ia tercatat pernah menangani sejumlah klub profesional di Indonesia, di antaranya PS Barito Putera (2001, 2016), Persikota Tangerang (2006–2007), Persih Tembilahan (2009–2010), PSPS Pekanbaru (2011–2013), hingga Persisam Samarinda (2013–2014). Selain level klub, ia juga pernah dipercaya membesut Timnas U-16 Indonesia untuk persiapan Piala Asia U-16 dan Piala AFF U-16 2010.

Selain aktif di bidang teknis kepelatihan, Mundari juga sempat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemain Sepak Bola Nasional Indonesia (APSNI) pada 2011, guna mengadvokasi hak-hak pemain profesional maupun amatir. Di luar lapangan, ia dikenal memiliki kejelian dalam mendeteksi talenta muda. Namanya turut berjasa dalam membuka jalan bagi sejumlah pemain asing berkualitas seperti Makan Konate dan Rohit Chand, untuk berkarier di kompetisi sepak bola Indonesia pada masa awal kemunculan mereka.

Dengan perpaduan pengalaman manajerial dan ketajaman taktik yang dimilikinya, kehadiran Mundari Karya di kursi kepelatihan Isenmulang Kalteng FC diharapkan tidak hanya memenuhi aspek legalitas lisensi AFC Pro, tetapi juga mengangkat performa tim secara keseluruhan di pentas Liga Super. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *