BEKISARMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan lingkungan yang ramah, terbuka, setara, dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si., dalam kegiatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang.
Ratu Dewa mengapresiasi DPD GERKATIN Sumatra Selatan (Sumsel), DPC GERKATIN Kota Palembang, PUSBISINDO Sumsel, panitia, serta seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kesetaraan hak warga Tuli dalam berkomunikasi, memperoleh pendidikan, mendapatkan pelayanan publik, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai, perbedaan cara berkomunikasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi kesempatan seseorang. Karena itu, diperlukan lingkungan yang mampu mengakomodasi keberagaman dan memberikan akses setara bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan ini sendiri mendapat sambutan antusias dari masyarakat luas. Berdasarkan data panitia, sekitar 300 teman Tuli hadir memadati acara. Jika ditambah orang tua, anak-anak Tuli, komunitas, dan masyarakat umum, total peserta diperkirakan mencapai sekitar 400 orang. Besarnya partisipasi tersebut mencerminkan semakin tumbuhnya semangat membangun ruang yang inklusif di Kota Palembang.
Dorongan Penggunaan BISINDO dan Peningkatan Layanan Publik
Ratu Dewa juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap komunitas Tuli. Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya Tuli yang patut dihormati. Semakin banyak warga yang memahami bahasa isyarat, hambatan komunikasi sehari-hari bagi teman-teman Tuli di ruang publik diyakini akan semakin berkurang.
Pemkot Palembang berkomitmen mengintegrasikan prinsip inklusivitas ke dalam pelayanan publik, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, fasilitas umum, hingga ruang publik. Komitmen tersebut turut dibuktikan melalui keberlanjutan program bantuan sosial, di mana pada 2024 lalu Pemkot Palembang melalui Dinas Sosial telah menyalurkan 100 alat bantu dengar untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian penyandang disabilitas.
Rangkaian Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti pawai dan kampanye publik, sosialisasi, pameran, bazar, penampilan seni teman-teman Tuli, hingga edukasi BISINDO. Ajang ini menjadi ruang perjumpaan yang mempererat interaksi antara komunitas Tuli dan masyarakat luas guna meredam stigma sosial.
Di akhir sambutannya, sebelum meresmikan pembukaan acara, Ratu Dewa turut memotivasi teman-teman Tuli untuk terus berkarya, berprestasi, berorganisasi, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang konsisten memberikan pendampingan.
Pemkot Palembang berharap kolaborasi lintas sektor, melalui sinergi pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat, dapat terus diperkuat demi menjadikan Palembang sebagai kota yang semakin ramah dan inklusif bagi seluruh warganya. (ang)








1 komentar