Irman Gusman Siapkan Bantuan Rp100 Juta untuk Jadikan Kabupaten Agam Percontohan Pengentasan Kemiskinan Nagari

BEKISARMEDIA.ID — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Irman Gusman, menyatakan komitmennya untuk menyiapkan bantuan total senilai Rp100 juta secara bertahap, guna mendorong pemberdayaan ekonomi nagari di Kabupaten Agam. Wilayah ini diproyeksikan sebagai pilot project atau proyek percontohan pengentasan kemiskinan berbasis nagari, yang mengedepankan kewirausahaan, kolaborasi, serta kekuatan jejaring ranah dan rantau.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Ketua DPD RI ke-2 itu dalam Seminar dan Lokakarya Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari yang berlangsung di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat, tanggal 6 November 2026. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para wali nagari dan camat se Kabupaten Agam, akademisi, tokoh masyarakat, serta unsur diaspora Minangkabau.

Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah ini menjelaskan, bantuan tahap awal sebesar Rp25 juta dirancang sebagai trigger mechanism atau dana pemantik untuk menggerakkan potensi ekonomi masyarakat, sekaligus menarik dukungan lebih luas dari perantau, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Rp25 juta pertama harus menjadi pemantik, bukan berhenti sebagai bantuan. Harapannya, dana tersebut berkembang menjadi kegiatan ekonomi bernilai jauh lebih besar melalui kolaborasi, inovasi, dan partisipasi masyarakat,” ujar Irman Gusman.

Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan memerlukan perubahan paradigma. Masyarakat tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima bantuan pasif, melainkan harus didorong menjadi pelaku ekonomi produktif yang memiliki pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset).

“Yang kita bangun bukan ketergantungan terhadap bantuan, melainkan kemampuan masyarakat menciptakan pendapatan dan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan” tegas Senator kelahiran Padang Panjang itu.

Ketua Dewan Pengawas DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini juga menekankan besarnya potensi hubungan ranah dan rantau. Jaringan perantau Minangkabau di berbagai daerah maupun mancanegara, dapat dioptimalkan sebagai sumber permodalan, transfer pengetahuan, teknologi, jejaring bisnis, hingga akses pasar bagi produk unggulan nagari.

Sebagai langkah taktis, ia mendorong penguatan kelembagaan ekonomi nagari, pengembangan UMKM, serta integrasi produksi dan pemasaran melalui pendekatan Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, Mhd. Lutfi menekankan tentang pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, camat, wali nagari, dan seluruh elemen masyarakat agar gagasan pengentasan kemiskinan dapat diwujudkan dalam program kerja nyata.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lintas sektor, di antaranya Ketua Prodi Magister Ekonomi Universitas Andalas Dr. Zulkifli N., S.E., M.Si.); Kepala BAPPERIDA Agam (Rio Eka Putra, S.IP., M.Si.); Ketua BAZNAS Agam (Ir. H. Isman Imran, M.Si.); Kepala Dinas Sosial Agam (Vila Wedi); serta perwakilan diaspora Minangkabau (Dr. Ir. Mulya Gusman, S.T., M.T).

Melalui sinergi akademisi, pemerintah, lembaga zakat, dan diaspora, Irman Gusman berharap Kabupaten Agam mampu melahirkan model pemberdayaan ekonomi yang terukur dan dapat direplikasi di daerah lain.

“Kita ingin Agam menjadi contoh bahwa kemiskinan dapat diatasi bukan hanya dengan bantuan, tetapi juga dengan membangun kesempatan, kewirausahaan, dan kekuatan gotong royong antara ranah dan rantau,” pungkasnya. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *