Adidas Garap Jersey Persija, Meluncur Akhir Agustus 2026

Kesiapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk Bebas Asap Tahun 2026

BEKISARMEDIA.ID — Rasa penasaran pencinta sepak bola nasional terhadap tampilan seragam tempur Persija Jakarta, akhirnya mulai menemui titik terang. Setelah resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan apparel raksasa dunia, Adidas, bocoran mengenai konsep desain dan harga jersey Macan Kemayoran untuk musim depan, mulai terungkap.

Bagi sebuah klub besar, jersey bukan lagi sekadar pelindung tubuh pemain di lapangan hijau. Atribut ini telah bertransformasi menjadi simbol identitas, prestise, serta motor penggerak ekonomi klub, melalui penjualan suvenir resmi kepada para pendukung setianya.

Senior Manager Brand Activation Adidas Indonesia, Cinita Dewi Mayakatri, memastikan bahwa desain jersey Persija tidak akan keluar dari koridor sejarah klub. Ciri khas dan karakter utama yang telah melekat pada tim ibu kota tersebut, dipastikan tetap mendominasi.

BACA JUGA:  Tinggal Selangkah Lagi, Persib Bandung Berpeluang Segel Gelar Juara BRI Super League

“Kalau jersey-nya, dari warnanya pasti tidak jauh dari DNA-nya Persija. Namun, tetap akan ada bahasa desain khas dari Adidas,” ujar Cinita Dewi Mayakatri, dilansir dari ileague.id.

Meski begitu, detail lengkap mengenai corak dan teknologi kain yang digunakan, masih disimpan rapat. Penampakan utuh dari seragam baru ini, baru akan diperkenalkan secara resmi kepada publik, pada acara peluncuran yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026.

Antusiasme Pemain dan Strategi Harga Varian Suporter

Langkah manajemen Persija menggandeng apparel kelas dunia ini, disambut positif oleh jajaran skuad pemain. Salah satu penggawa muda Macan Kemayoran, Arlyansyah Abdulmanan, mengaku sudah tidak sabar untuk mengenakan seragam baru tersebut dalam pertandingan resmi.

“Jujur saya sangat senang dan tak sabar memakai jersey baru Persija. Harapan saya tentu tetap berwarna merah untuk laga kandang (home) dan putih untuk laga tandang (away),” tutur Arlyansyah Abdulmanan.

BACA JUGA:  Persija Jakarta Gagal Menang, Dewa United Banten FC Tahan 1-1 di Jakarta International Stadium

Memahami tingginya ekspektasi dan daya beli suporter yang beragam, pihak produsen dan manajemen klub menerapkan strategi rilis produk yang lebih inklusif. Mereka tidak hanya meluncurkan tiga varian utama yang terdiri dari kandang, tandang, dan jersey ketiga, tetapi juga menyediakan versi khusus suporter.

Langkah ini diambil demi meminimalisasi peredaran produk tiruan (jersey KW) yang kerap merugikan keuangan klub. Dengan menyediakan opsi harga yang lebih bersahabat, suporter diajak untuk tetap berkontribusi langsung pada pendapatan tim secara legal.

Dari sisi komersial, jersey versi player issue atau kain dengan spesifikasi sama persis dengan yang dipakai pemain di lapangan, akan dibanderol di kisaran Rp1 juta. Sementara itu, untuk menjangkau basis massa yang lebih luas, versi fan jersey akan dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau, yakni sekitar Rp300 ribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *