Empat pertandingan ternyata sudah cukup untuk mengubah arah perjalanan Semen Padang FC di Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, menjadi catatan awal Nilmaizar bersama Kabau Sirah, tetapi perjalanan itu berhenti lebih cepat dari yang mungkin dibayangkan. Setelah pertandingan melawan PSPS Pekanbaru, manajemen Semen Padang memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih yang sebelumnya datang membawa harapan baru bagi perjalanan tim.
Empat pertandingan tersebut sebenarnya tidak seluruhnya berjalan buruk. Semen Padang mampu membawa pulang kemenangan dari kandang Persiraja Banda Aceh dan PSGC Ciamis, lalu mendapatkan satu poin ketika menghadapi PSIS Semarang. Hanya pertandingan melawan PSPS yang berakhir dengan kekalahan, dan gol yang datang pada menit ke-72 membuat Semen Padang harus menerima hasil yang tidak mereka inginkan di kandang sendiri.
Namun sepak bola kadang tidak hanya berbicara tentang hasil yang sudah tertulis. Setelah pertandingan melawan PSPS, mulai muncul pertanyaan tentang bagaimana Semen Padang memainkan sepak bolanya, dan pertanyaan itu tidak hanya datang dari satu tempat. Sebagian pendukung mulai mempertanyakan permainan yang dianggap terlalu sering mengandalkan crossing dan long ball, minim variasi serangan, serta jarak antar pemain yang dinilai terlalu jauh.
Suara-suara tersebut muncul setelah sebuah pertandingan yang sebenarnya masih memberikan banyak ruang untuk diperdebatkan. Semen Padang menguasai bola lebih banyak daripada PSPS, tetapi hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran, sementara lawan mampu menciptakan empat tembakan yang mengarah ke gawang. Tidak berarti angka-angka itu dengan sendirinya menjelaskan seluruh persoalan, tetapi ia cukup untuk membuat pertanyaan tentang permainan semakin mudah terdengar.
Di tengah pertanyaan itu, ternyata ada kesepakatan lain yang sudah berada di antara manajemen dan pelatih. Tiga pertandingan berikutnya, melawan PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, dan Persikad Depok, menjadi rangkaian yang harus menghasilkan kemenangan, sesuai target yang telah disepakati. Ketika pertandingan pertama dari rangkaian tersebut berakhir dengan kekalahan, manajemen kemudian mengambil keputusan yang mengubah perjalanan Semen Padang.
Nilmaizar pun meninggalkan tim setelah hanya empat pertandingan. Tidak banyak kata yang ia sampaikan setelah keputusan tersebut, selain sebuah tulisan di akun Instagram pribadinya yang berbicara tentang cerita yang tidak selalu diketahui ujungnya, dan tentang bagaimana tidak semua hal dapat terlihat dari luar. Ada sesuatu yang tenang dalam kalimat itu, terutama karena sebuah perjalanan yang baru dimulai, ternyata harus berakhir sebelum sempat berjalan lebih jauh.
Manajemen Semen Padang menyampaikan terima kasih kepada Nilmaizar, atas bagian yang telah diberikan selama bersama Kabau Sirah. Doa terbaik juga disampaikan kepada sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam sepak bola Indonesia itu. Setelah semuanya selesai, cerita Nilmaizar bersama Semen Padang musim ini pun hanya empat pertandingan, dan sejumlah catatan yang mungkin baru akan benar-benar dipahami setelah waktu berjalan lebih jauh.
Tetapi sepak bola tidak memberi banyak waktu untuk berhenti terlalu lama. Setelah mengakhiri kerja sama dengan Nilmaizar, manajemen langsung mencari pelatih baru dan komunikasi kemudian mengarah kepada Stefano Cugurra. Tidak lama berselang, kesepakatan tercapai, dan sosok yang lebih dikenal dengan nama Teco itu akan melanjutkan perjalanan Semen Padang yang baru saja berubah arah.
Pilihan tersebut juga tidak datang tanpa alasan. Manajemen melihat pengalaman dan rekam jejak Teco sebagai salah satu pertimbangan, termasuk tiga gelar Liga 1 yang pernah dibawanya bersama Persija Jakarta dan Bali United. Ada pula hal lain yang dianggap penting, yaitu kedekatannya dengan sejumlah pemain Semen Padang saat ini yang pernah bekerja sama dengannya di klub sebelumnya.
Mungkin di situlah keputusan tersebut menjadi menarik. Semen Padang tidak hanya mencari pelatih dengan pengalaman memenangkan pertandingan dan trofi, tetapi juga seseorang yang diharapkan bisa bekerja dengan pemain-pemain yang sudah ada. Teco datang bukan untuk membangun sebuah tim dari halaman kosong, melainkan masuk ke dalam perjalanan yang sudah dimulai orang lain dan mencoba menemukan cara agar perjalanan itu kembali bergerak sesuai arah yang diinginkan.
Di sisi lain, target yang dibawa Semen Padang sejak awal musim tidak berubah. Mereka tetap ingin bersaing di papan atas dan mengejar promosi ke Super League, sementara empat pertandingan pertama telah menunjukkan bahwa perjalanan menuju tujuan tersebut tidak akan selalu berjalan lurus. Pergantian pelatih menjadi tanda bahwa manajemen tidak ingin menunggu terlalu lama ketika merasa ada sesuatu yang perlu diubah.
Andre Rosiade juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pendukung, yang terus memberikan dukungan sampai pertandingan terakhir melawan PSPS. Hasil tersebut memang belum sesuai harapan, tetapi menurutnya, perjuangan belum selesai, dan manajemen akan terus melakukan evaluasi serta memperbaiki kekurangan. Harapan untuk kembali mendapatkan tiga poin tetap disampaikan kepada seluruh urang awak yang masih mengikuti perjalanan Kabau Sirah.
Kini cerita itu kembali dimulai dari titik yang berbeda. Nilmaizar sudah menjadi bagian dari halaman awal musim ini, sementara Teco datang ketika pertanyaan tentang permainan masih belum sepenuhnya menemukan jawabannya. Pertandingan melawan Persikad Depok pada 11 Oktober akan menjadi kesempatan pertama bagi pelatih baru untuk melihat timnya dalam pertandingan resmi, sekaligus menjadi kelanjutan dari cerita yang sudah berjalan sebelum kedatangannya.
Empat pertandingan telah berlalu, dan sebuah keputusan besar sudah diambil. Tidak ada yang bisa memastikan apakah perubahan ini akan membawa Semen Padang menuju permainan yang lebih baik, karena jawabannya tidak berada pada hari ketika seorang pelatih diperkenalkan. Jawabannya nanti akan tumbuh sedikit demi sedikit, dari latihan, pertandingan, hasil, dan bagaimana tim ini menjalani perjalanan setelahnya.
Untuk sementara, Semen Padang hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan nakhoda yang baru. Cerita Nilmaizar telah selesai lebih cepat dari yang direncanakan, sementara cerita Teco baru saja dimulai. Dan seperti perjalanan sepak bola pada umumnya, kita belum tahu ke mana perubahan arah ini akan membawa Kabau Sirah.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id












