BEKISARMEDIA.ID — Sumsel United gagal memanfaatkan pertandingan kedua di Pegadaian Championship musim 2026/2027 menjadi kemenangan. Bertandang ke Stadion Galuh Ciamis menghadapi PSGC Ciamis, Sabtu sore, 19 September 2026, Laskar Juaro harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 0-2. Dua gol kemenangan PSGC Ciamis diborong oleh penyerang berpengalaman, Ezechiel Ndouasel, masing-masing pada menit ke-36 dan menit ke-57.
Kekalahan ini menempatkan Sumsel United di peringkat kedelapan klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship dengan mengoleksi 0 poin. Sebaliknya, PSGC Ciamis sukses merangsek ke peringkat kedua dengan raihan 3 poin.
Berdasarkan statistik, pada pertandingan yang disaksikan oleh 9.605 penonton di stadion itu, PSGC tampil mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 64 persen, berbanding 36 persen milik Sumsel United. Laskar Singacala juga tampil lebih agresif dengan melepaskan 15 total tembakan (5 mengarah ke gawang). Sementara itu, tim tamu hanya mencatatkan 7 total tembakan dengan 3 di antaranya tepat sasaran.
Dari aspek disiplin, kedua tim sama-sama membukukan 10 pelanggaran. Kendati demikian, lini pertahanan Sumsel United harus bekerja lebih keras hingga berbuah sanksi kartu yang lebih berat. PSGC Ciamis hanya mengantongi satu kartu kuning, sedangkan Sumsel United diganjar tiga kartu kuning dan satu kartu merah.
Tiga kartu kuning bagi skuad tamu masing-masing diterima oleh Fedly Damara pada menit ke-33, Muhammad Daffa Trihardi pada menit ke-70, dan kartu kuning kedua bagi Fedly Damara pada menit ke-81. Akibat akumulasi dua kartu kuning tersebut, Fedly Damara harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Pertandingan perdana masing-masing tim ini dipimpin oleh wasit Gedion Dapaherang, yang dibantu Muhammad Sudrajad Ainul Yaqin sebagai asisten wasit 1 dan Dadang Sutrisna sebagai asisten wasit 2. Sementara itu, bertindak sebagai Video Assistant Referee (VAR) adalah Choirudin, dengan didampingi Dwi Purba Adi Wicaksana sebagai AVAR.
Ulasan Pasca Pertandingan
Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, menyoroti peran vital bek asal Korea Selatan, Kim Min Hyeok, dalam menggalang lini pertahanan bersama Zikri Ferdiansyah, yang sukses memberikan ketenangan bagi tim.
“Saya sangat apresiasi ke Kim, karena salah satu komando juga di samping Zikri. Dia bisa menenangkan lini pertahanan. Walaupun kondisinya belum begitu 100 persen, tapi dia simpel bermain, taktis, dan itu memang sangat dibutuhkan di pertahanan,” ungkap Heri Kiswanto, dilansir dari fokusjabar.id.
Ia juga menilai kegagalan eksekusi penalti kubu tamu menjadi titik balik kebangkitan timnya untuk menguasai jalannya laga, dan mengamankan tiga poin di kandang. “Yang jelas untuk saya pribadi bahagia sekali, happy ya. Hari ini memang sangat menegangkan, karena Sumsel juga cukup memberikan perlawanan. Mereka gagal di penalti, agak down, akhirnya kita bisa mencari momen itu,” ujar Heri Kiswanto dalam sesi Post Match Press Conference.
Sementara itu, Kepala Pelatih Sumsel United, M. Nasuha, mengakui bahwa anak asuhnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah pada babak pertama. Namun, sejumlah kendala teknis dan kegagalan mengantisipasi sektor kiri, membuat skema permainan tim tidak berjalan maksimal.
“Di babak pertama sebenarnya ada beberapa posisi yang memang tidak jalan, sehingga kita kesulitan mengantisipasi. Terutama di sebelah sisi kiri kita memang tidak jalan di situ,” tutur M. Nasuha.
Ia menambahkan, para pemainnya sempat kehilangan konsentrasi saat mengantisipasi situasi bola mati. Momentum emas untuk bangkit sebenarnya sempat terbuka, ketika tim mendapatkan hadiah penalti, namun kegagalan mengonversikannya menjadi gol justru menjatuhkan mental bertanding para pemain di lapangan.
“Ketika terjadi penalti harusnya bisa menyamakan kedudukan, bisa mengangkat mental tim, tapi tidak masuk sehingga mental agak turun,” jelasnya.
Situasi semakin berat bagi tim tamu ketika wasit mengeluarkan kartu merah. Bermain dengan 10 orang dalam keadaan tertinggal membuat peluang Sumsel United untuk mengejar ketertinggalan tertutup rapat. “Yang pasti sangat berpengaruh. Karena di samping kalah jumlah, juga dalam keadaan tertinggal itu akan lebih sulit untuk bisa bangkit dari kekalahan,” tegas M. Nasuha.
Selain masalah taktik di lapangan, M. Nasuha menilai faktor kelelahan akibat perjalanan jauh, turut menggerus stamina skuadnya. Evaluasi menyeluruh dan pembenahan hal-hal mendasar, akan segera dilakukan demi memetik hasil lebih baik pada laga berikutnya.
Pada jadwal pertandingan selanjutnya, Sumsel United akan kembali bermain di kandang, dengan menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 19.00 WIB. Di sisi lain, PSGC Ciamis akan kembali bertindak sebagai tuan rumah menghadapi Semen Padang FC pada hari yang sama, pukul 15.30 WIB. (tri)








1 komentar