BEKISARMEDIA.ID — Produk kerajinan tekstil unggulan asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kain Jumputan Gambo, kembali menembus panggung mode nasional. Busana eco-fashion produksi pelaku UMKM lokal tersebut tampil dalam acara fashion show bergengsi pada rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Pura Mangkunegaran, Solo, hari Kamis, tanggal 16 Mei 2024.
Penampilan para model yang memperagakan busana bermotif khas Bumi Serasan Sekate ini, berhasil memikat perhatian para pengunjung dan pelaku industri kreatif nasional. Keunikan bahan baku yang ramah lingkungan, menjadi nilai tambah yang membedakan produk Muba dengan wastra dari daerah lain.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagperin) bersama Dekranasda Muba. Upaya ini difokuskan untuk memperluas jaringan pasar perajin di tingkat hilir serta menaikkan kelas produk lokal ke level tertinggi.
Kolaborasi Desainer Nasional dan Keunikan Getah Gambir
Ketua Dekranasda Muba, Triana Minarni Sandi Fahlepi, menjelaskan bahwa dalam ajang nasional kali ini pihaknya menggandeng desainer ternama, Brilianto. Kolaborasi tersebut berhasil melahirkan rancangan busana modern dan elegan tanpa menghilangkan identitas asli teknik jumputan tradisional.
Kelebihan utama Gambo Muba terletak pada metode pewarnaan kain yang seratus persen menggunakan bahan alami dari ekstraksi limbah getah tanaman gambir (Uncaria gambir). Teknik ini menghasilkan gradasi warna tanah yang khas sekaligus mendukung kampanye pelestarian lingkungan atau ekonomi hijau.
“Melalui ajang ini, kita kembali memperkenalkan dan mempromosikan Gambo Muba secara luas kepada masyarakat nasional hingga mancanegara. Kami ingin menunjukkan bahwa kain khas Musi Banyuasin memiliki estetika tinggi dan ramah lingkungan,” ujar Triana Minarni Sandi Fahlepi di sela-sela kegiatan.
Menembus Dominasi Wastra Pulau Jawa
Ajang pameran ini tergolong istimewa, karena untuk wilayah Sumatra, hanya Kabupaten Muba dan Provinsi Riau yang terpilih untuk mementaskan produknya di atas panggung utama. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kualitas perajin luar Jawa mampu bersaing ketat di pusat industri batik nasional.
Kepala Dinas Dagperin Muba, Azizah, mengaku bangga atas kesempatan emas yang didapatkan oleh para pelaku industri rumahan Muba. Keunikan bahan pewarna dari limbah perkebunan gambir di wilayah Babat Toman menjadi pembeda yang dicari oleh pasar fesyen modern.
“Ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah. Kita tahu bahwa Pulau Jawa merupakan pusat industri batik, namun Gambo Muba terbukti mampu bersaing dan memiliki segmentasi pasar tersendiri berkat karakteristik pewarna alaminya,” jelas Azizah.
Dukungan penuh juga terlihat dari kehadiran jajaran pejabat yang kompak mengenakan seragam berbahan Gambo Muba, di antaranya Pj Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Agus Fatoni, didampingi Ketua Dekranasda Sumsel, Tyas Fatoni, Istri Kajati Sumsel, Yessi Yulianto, Istri Kajari Muba, Yulia Romy Rozali, serta perwakilan kepala daerah lainnya.
Pj. Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, turut menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Pemkab Muba dalam mengawal eksistensi komoditas daerah. Sinergi ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang kawasan Musi.
“Tentu kita sangat bangga, produk kerajinan dari Kabupaten Musi Banyuasin mampu bersaing dengan batik-batik di Pulau Jawa. Ini membuktikan kreativitas lokal kita memiliki kualitas yang diakui secara nasional,” pungkas Agus Fatoni. (ohs)







