BEKISARMEDIA.ID — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api di lapangan, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, saat meninjau langsung penanganan karhutla di Dusun 7, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa, 20 Oktober 2026. Dalam kunjungan kerja tersebut, Toha Tohet turut bersilaturahmi dengan warga setempat, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Di lokasi, Toha Tohet meninjau pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Posko Kesehatan Penanganan Karhutla. Pelayanan medis ini digerakkan oleh RSUD Bayung Lencir bersama UPT Puskesmas Bayung Lencir dan UPT Puskesmas Suka Jaya, guna memastikan kondisi fisik warga tetap terjaga di tengah paparan asap karhutla.
Selain memantau posko kesehatan, Toha Tohet menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat Desa Muara Medak, termasuk kepada warga Suku Anak Dalam yang bermukim di wilayah tersebut. Bantuan sosial ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok harian warga terdampak.
Toha Tohet menegaskan, kehadiran jajaran pemerintah daerah di lapangan sangat krusial agar dapat melihat kondisi riil sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Kami sengaja datang ke sini untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Apa yang terjadi di tengah masyarakat, terutama terkait karhutla, menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” ujarnya.
Hasil observasi lapangan tersebut, lanjut Toha Tohet, akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menentukan kebijakan penanganan karhutla jangka panjang. Salah satu formulasi yang kini dimatangkan adalah alih fungsi lahan tidur menjadi kawasan produktif.
Ia memaparkan bahwa lahan-lahan terbengkalai di wilayah rawan karhutla memiliki potensi besar untuk dikelola menjadi lahan pertanian masyarakat. Langkah ini dinilai efektif memberi nilai tambah ekonomi, sekaligus mencegah pembakaran lahan tak bertuan pada masa mendatang.
“Lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan akan kita usahakan bersama Forkopimda untuk diusulkan menjadi lahan produktif bagi masyarakat. Harapannya, lahan tersebut bisa memberikan manfaat ekonomi dan dikelola dengan baik, sehingga tidak terbengkalai serta dapat membantu mencegah potensi karhutla di masa yang akan datang,” jelas Toha Tohet. (ohs)












