Empat pertandingan mungkin masih terlalu sedikit untuk menentukan arah sebuah musim, tetapi bagi Sumsel United, pertandingan keempat di Pegadaian Championship 2026/2027 mulai terasa berbeda. Setelah tiga pertandingan tanpa kemenangan, tim asuhan Mohammad Nasuha akan bertandang ke Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, pada Jumat, 2 Oktober 2026 untuk menghadapi Persiraja Banda Aceh. Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sama-sama belum menemukan kemenangan, tetapi membawa tekanan dengan bentuk yang tidak sepenuhnya sama.
Sumsel United datang dengan catatan satu hasil imbang dan dua kekalahan. Satu poin yang diperoleh ketika bermain imbang melawan PSMS Medan, bahkan belum membuat mereka memiliki poin di klasemen, karena satu poin tersebut hanya menghapus hukuman pengurangan satu poin yang harus diterima sebelum kompetisi dimulai. Setelah itu, kekalahan dari PSGC Ciamis dan PSPS Pekanbaru, membuat perjalanan awal Sumsel United terasa semakin berat.
Persiraja datang dengan keadaan yang tidak jauh lebih baik. Tiga pertandingan telah mereka lalui tanpa satu pun kemenangan, dengan kekalahan 0–1 dari Semen Padang FC, 1–2 dari PSPS Pekanbaru, dan 1–2 dari Persikad. Bedanya, Persiraja tidak hanya membawa hasil buruk, tetapi juga baru saja melakukan perubahan di posisi pelatih.
Jaya Hartono yang memimpin Persiraja dalam tiga pertandingan pertama, akhirnya digantikan oleh M. Ridwan. Pergantian tersebut membuat pertandingan melawan Sumsel United menjadi pertandingan pertama bagi M. Ridwan dalam memimpin Persiraja di kompetisi musim ini. Ia datang ketika tim sedang berada dalam situasi sulit, tetapi sekaligus membawa kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru.
Apakah perubahan tersebut akan menjadi keuntungan bagi Sumsel United? Belum tentu. Pelatih baru memang membutuhkan waktu untuk membangun hubungan kerja dengan pemain dan menerapkan gagasan yang diinginkan, tetapi pergantian pelatih juga bisa menghadirkan energi baru di dalam ruang ganti sebuah tim yang sedang tertekan.
M. Ridwan sendiri memahami keadaan yang sedang dihadapi Persiraja. Ia pernah mengalami rentetan kekalahan ketika masih menjadi pemain maupun pelatih, sehingga tekanan yang dirasakan para pemain bukan sesuatu yang asing baginya. Pendekatan yang kemudian ia pilih adalah berusaha mengembalikan kepercayaan diri dan moral pemain sebelum menghadapi Sumsel United.
Di sisi lain, persoalan Sumsel United justru mulai memasuki wilayah yang lebih serius. Tiga pertandingan tanpa kemenangan, membuat manajemen mulai memberikan perhatian terhadap hasil yang diperoleh tim, dan Presiden Sumsel United, Cik Ujang, secara terbuka menyebut pertandingan melawan Persiraja sebagai bagian dari evaluasi terhadap kepemimpinan M. Nasuha.
Pernyataan tersebut membuat pertandingan di Banda Aceh tidak lagi hanya menjadi urusan tiga poin. Ada kepercayaan yang sedang diuji, ada pekerjaan yang harus diperbaiki, dan ada pertanyaan mengenai sejauh mana tim mampu menunjukkan perubahan setelah tiga pertandingan pertama memberikan hasil yang belum sesuai harapan. Nasuha masih mendapatkan kepercayaan, tetapi kepercayaan itu kini berjalan berdampingan dengan tuntutan untuk memperbaiki keadaan.
Menjelang pertandingan, Nasuha sendiri masih berbicara tentang persoalan yang harus diperbaiki di dalam permainan. Ia meminta para pemain bergerak lebih cepat dan lebih leluasa ketika membantu serangan, terutama karena menurutnya pemain masih sering mengalami kesulitan dalam situasi satu lawan satu. Ia juga meminta pemain lain lebih aktif menciptakan ruang, agar serangan tidak bergantung pada satu pemain saja.
Permintaan tersebut terdengar sederhana, tetapi sebenarnya menyentuh persoalan yang lebih besar. Sumsel United membutuhkan perubahan yang dapat terlihat di lapangan, bukan hanya karena posisi mereka di klasemen, tetapi karena tiga pertandingan sebelumnya sudah memberikan cukup banyak bahan untuk dievaluasi. Pertandingan di Banda Aceh akan menjadi kesempatan untuk melihat apakah evaluasi tersebut mulai menghasilkan sesuatu.
Kondisi kedua tim membuat pertandingan ini terasa seperti pertemuan dua klub yang sama-sama sedang mencari jalan keluar. Persiraja ingin menghentikan rangkaian tiga kekalahan setelah pergantian pelatih, sedangkan Sumsel United ingin mendapatkan kemenangan pertama, sekaligus menunjukkan bahwa persoalan yang muncul dalam tiga pertandingan awal bisa diperbaiki. Tidak ada yang benar-benar berada dalam posisi nyaman.
Bahkan sejarah pertemuan kedua tim ikut memberikan sedikit konteks tambahan. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Persiraja dua kali menang ketika bermain di kandang, sedangkan Sumsel United baru sekali menang dan kemenangan tersebut terjadi ketika mereka bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Catatan tersebut tidak menentukan hasil pertandingan berikutnya, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa perjalanan Sumsel United ke Banda Aceh bukan perjalanan yang sederhana.
Sumsel United juga harus kehilangan Tegar Hening Pangestu karena hukuman kartu merah yang diterimanya saat menghadapi PSPS Pekanbaru. Di sisi lain, Fedly Damara yang absen pada pertandingan sebelumnya, diperkirakan dapat kembali memperkuat tim. Situasi tersebut membuat Nasuha harus kembali melakukan penyesuaian terhadap komposisi pemain yang akan diturunkan.
Pada akhirnya, pertandingan di Banda Aceh mungkin memang hanya pertandingan keempat dalam perjalanan yang masih sangat panjang. Namun, keadaan yang mengiringinya, membuat pertandingan tersebut terasa berbeda dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Sumsel United belum menang, Persiraja belum menang, satu tim baru mengganti pelatih, sementara tim lainnya mulai mendapatkan tekanan dari manajemen.
Karena itu, menarik untuk melihat apa yang akan terjadi ketika kedua tim bertemu. Apakah Persiraja akan menemukan energi baru setelah kedatangan M. Ridwan, atau Sumsel United yang akhirnya menemukan kemenangan pertama? Pertanyaan tersebut baru akan mendapatkan jawabannya setelah pertandingan berlangsung, dan untuk saat ini, kita hanya bisa mencatat bahwa perjalanan kedua tim telah membawa mereka ke satu titik yang sama: pertandingan berikutnya mulai terasa jauh lebih penting daripada sekadar pertandingan berikutnya.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id











