Sampai dua pekan Pegadaian Championship 2026/2027 selesai, ada satu angka yang menarik perhatian. Dari seluruh pertandingan yang sudah dimainkan, tercatat 87.521 penonton datang langsung ke stadion.
Pertandingan pembuka antara PSIS Semarang dan PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri, menjadi yang paling ramai, dengan 14.874 penonton, sementara pertandingan Semen Padang FC melawan PSIS Semarang di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi, berada di urutan berikutnya dengan 10.700 penonton.
Angka itu menjadi menarik, karena Semen Padang FC sedang menjalani musim yang berbeda. Mereka tidak bermain di Gelora Haji Agus Salim, stadion yang selama ini menjadi rumah bagi Kabau Sirah. Stadion tersebut sedang menjalani proses renovasi, sehingga untuk sementara waktu Semen Padang FC harus menjalani pertandingan kandang di tempat lain.
Stadion Patriot Chandra Bhaga di Bekasi, kemudian menjadi rumah sementara. Jaraknya jauh dari Padang. Tetapi pada pertandingan melawan PSIS, 10.700 orang tetap datang ke stadion.
Pertandingan itu sendiri berakhir 1-1. Semen Padang FC sempat unggul melalui Igor Cukovic pada menit kesembilan setelah menerima umpan Stefano Lilipaly, sebelum Hari Nur Yulianto menyamakan kedudukan pada menit ke-90. Tiga poin yang sempat berada di depan mata, akhirnya berubah menjadi satu poin.
Tetapi, pertandingan tersebut meninggalkan catatan lain yang tidak tercantum di papan skor. Ada 10.700 orang yang datang untuk menyaksikan pertandingan itu.
Di antara mereka terdapat masyarakat Minang dan suporter Semen Padang FC yang mendapatkan fasilitas tiket gratis melalui upaya Andre Rosiade. Dalam kapasitasnya sebagai pengelola Semen Padang FC sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang, ia mengupayakan agar masyarakat Minang dan pendukung Kabau Sirah di sekitar Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dapat datang langsung ke stadion, untuk memberikan dukungan kepada tim. Bagian ini tentu menjadi salah satu unsur yang ikut membentuk suasana pertandingan tersebut.
Namun, angka 10.700 tetaplah sebuah angka yang lebih besar daripada satu program tiket. Di dalamnya ada banyak orang dengan alasan masing-masing untuk datang. Ada yang datang karena menjadi pendukung Semen Padang FC, ada yang datang karena ingin melihat PSIS Semarang, ada pula yang mungkin sekadar ingin menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung.
Di sinilah angka itu menjadi menarik bagi perjalanan Semen Padang FC.
Mereka sedang jauh dari rumah, tetapi pertandingan kandang mereka tetap mampu menghadirkan salah satu jumlah penonton terbesar dalam dua pekan pertama kompetisi. Stadionnya memang bukan Haji Agus Salim. Tetapi pertandingan itu tetap mempertemukan klub dengan orang-orang yang ingin melihat mereka bermain.
Mungkin memang seperti itu perjalanan sebuah klub ketika sedang menjadi musafir. Rumah bisa berubah untuk sementara, tetapi hubungan dengan orang-orang yang mengikutinya, tidak selalu ikut berpindah.
Semen Padang FC masih harus menjalani banyak pertandingan di Bekasi sepanjang musim ini. Kita belum tahu berapa banyak orang yang akan datang pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Kita juga belum tahu apakah angka 10.700 itu akan tetap menjadi salah satu catatan penting sampai musim berakhir.
Untuk sekarang, kita cukup mencatat satu hal. Pada sebuah malam di Bekasi, ketika Semen Padang FC tidak sedang berada di rumahnya sendiri, 10.700 orang datang menyaksikan Kabau Sirah bermain.
Rumahnya jauh. Tetapi orang-orang tetap datang.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id






