BEKISARMEDIA.ID — Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Toha Tohet, mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Muba masa bakti 2026–2031 di Auditorium Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba, Senin, 12 Oktober 2026.
Ketua Komisi I DPRD Muba, Indra Kusumajaya, S.H., M.Si., terpilih secara aklamasi memimpin organisasi tersebut.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran petani dan nelayan dalam mendukung ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Muba.
Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan, dan mengapresiasi kontribusi kepengurusan sebelumnya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia meminta KTNA aktif menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.
“Jangan sungkan berkoordinasi dengan Pemkab Muba agar persoalan di lapangan dapat kita carikan solusinya bersama,” ujar Toha Tohet.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Muba memiliki puluhan ribu hektare lahan potensial yang menopang posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatra Selatan (Sumsel).
Tahun ini, Pemkab Muba memprioritaskan peningkatan produksi padi dan peremajaan karet rakyat. Toha Tohet juga mendorong para petani untuk mulai mengolah gabah secara mandiri agar hasil panen memiliki nilai tambah serta mampu dipasarkan keluar daerah dengan merek lokal sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Muba, Ir. A. Thamrin, mengapresiasi kontribusi KTNA dalam pengoptimalan lahan rawa dan penyaluran benih serta pupuk bersubsidi. Ia berharap, kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, demi mendukung perluasan areal tanam dan produksi beras daerah.
Ketua KTNA Muba, Indra Kusumajaya, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Muba. Sebagai wadah independen, ia berharap KTNA terus dilibatkan dalam perumusan kebijakan pertanian dan perikanan daerah. On the spot, Indra menyoroti kondisi sejumlah area persawahan di wilayah Sekayu yang mulai mengalami kekeringan dan mengancam gagal panen, yang memerlukan penanganan darurat untuk menjaga ketersediaan beras lokal.
Ia menambahkan bahwa KTNA Muba juga tengah bersiap menyongsong agenda Pekan Daerah (Peda) KTNA tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada tahun depan, di samping pemanfaatan lahan terlantar untuk ketahanan pangan.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris KTNA Provinsi Sumsel yang juga Anggota DPRD Sumsel, Abusari, S.H., M.Si., yang menekankan pentingnya KTNA sebagai organisasi kekeluargaan yang bergerak sukarela demi kesejahteraan petani. (ang)













