Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Banner Ajakan Bijak Menyikapi Informasi dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto, dalam rapat konsolidasi bersama Bupati, Camat, Kepala Desa, dan Pendamping Desa, se-Provinsi Jambi, di Kantor Gubernur Jambi, pada hari Minggu, tanggal 5 Januari 2025. (foto : dokumen kemendesa.go.id)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto, dalam rapat konsolidasi bersama Bupati, Camat, Kepala Desa, dan Pendamping Desa, se-Provinsi Jambi, di Kantor Gubernur Jambi, pada hari Minggu, tanggal 5 Januari 2025. (foto : dokumen kemendesa.go.id)

Lomba Desa Bebas Sampah Digelar Kemendes PDT, Pemenang Diumumkan Agustus 2025

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Selatan

BekisarMedia.idKementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia sedang menggelar Lomba Desa Bebas Sampah, sebagai bagian dari upaya mendorong budaya bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat desa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto, saat membuka Festival Gerakan Desa Peduli Sampah di Alun-alun Cikande, Kabupaten Serang, Banten, hari Jum’at, tanggal 16 Mei 2025.

“Kita sudah lombakan, ada Lomba Desa Bebas Sampah. Saat ini sedang dalam proses penilaian. Insyaallah akhir Agustus akan kita umumkan desa terbaik di Indonesia.” kata Yandri Susanto.

[irp posts=”21830″ ]

Lomba ini diharapkan dapat memacu inovasi desa dalam mengelola sampah secara menyeluruh. Mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga daur ulang bernilai ekonomi. Dirinya pun berharap salah satu desa di Kabupaten Serang bisa menjadi juara.

Sosok yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia itu, juga mengingatkan mengenai pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi, dan membuang sampah sembarangan bisa berdampak serius terhadap kesehatan hingga memicu bencana. “Jangan buang sampah di sawah atau sungai. Itu sejatinya mencederai kehidupan kita semua.” tegasnya.

[irp posts=”21827″ ]

Yandri Susanto berharap gerakan peduli sampah dapat berkembang menjadi budaya masyarakat desa yang cinta kebersihan dan sadar lingkungan. “Kualitas lingkungan hidup sangat ditentukan oleh kita sendiri. Mari kita jadikan ini karakter hidup kita.” pungkasnya. (mar)

3a39f8afb679f0a60a78f1a01894f548

About Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *