Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Festival Perahu Bidar Tradisional dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, masuk dalam Event Unggulan Nasional Kementerian Pariwisata Tahun 2026. (foto : kemenpar.go.id)
Festival Perahu Bidar Tradisional dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, masuk dalam Event Unggulan Nasional Kementerian Pariwisata Tahun 2026. (foto : kemenpar.go.id)

Lomba Perahu Bidar Tradisional Masuk Event Unggulan Kementerian Pariwisata Tahun 2026

BekisarMedia.id — Perahu Bidar Tradisional yang merupakan olahraga air dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), masuk dalam Karisma Event Nusantara tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.

Selain Perahu Bidar Tradisional, ada Festival Sriwijaya yang juga berasal dari Sumsel, melengkapi 125 event yang terpilih untuk masuk dalam kalender event unggulan Kemenpar, yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Perahu Bidar Tradisional adalah sebuah perlombaan rutin yang dilangsungkan oleh mayarakat Palembang, dalam merayakan tradisi kebanggaan daerah. Perlombaan yang biasanya digelar pada 15 hingga 17 Agustus ini, menyulap Sungai Musi menjadi lintasan adu cepat sepanjang 1,8 Kilometer, yang melintasi Benteng Kuto Besak dan disaksikan ribuan penonton sepanjang tepian sungai.

[irp]

Festival ini juga menampilkan kearifan lokal masyarakat Sungai Musi, melalui parade perahu motor hias, serta kegiatan edukasi mengenai perahu bidar yang kian langkah. Dengan memadukan sport tourism dan wisata budaya, festival Perahu bidar tradisional menghadirkan pengalaman wisata di atas sungai dengan semangat persatuan dan kebersamaan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Widyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa event tersebut merupakan instrumen yang strategis dalam pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Daerah tidak lagi diposisikan sebagai tempat perayaan budaya, melainkan sudah sebagai penggerak utama pariwisata dan ekonomi lokal.

“Melalui envent ini, event daerah kami dorong sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Event menjadi ruang ekspresi budaya, wadah kolaborasi, dan juga etalase kekayaan Indonesia yang berdaya saing,” tutur Widiyanti Putri Wardhana, dilansir dari website resmi Kemenpar, pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 2026.

[irp]

Sementara itu, Plt.. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenpar Republik Indonesia, Vinsensius Jemadu, menambahkan, jumlah event pada tahun ini, mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2025. Dimana pada tahun 2025, jumlah event hanya 110, dan tahun ini menjadi 125 event.

“Dengan 125 event terpilih dari 38 provinsi, KEN tahun 2026 menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas. Setiap event dikurasi agar memiliki daya tarik, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku pariwisata daerah,” pungkas Vinsensius Jemadu. (ohs)

About Oyong Hairudin

Avatar photo
Wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi muda. Aktif meliput perkembangan olahraga, sepak bola, dan peristiwa daerah di Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *