BEKISARMEDIA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) mengambil langkah cepat merespons lonjakan titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu penurunan kualitas udara hingga berada di kategori tidak sehat. Tim gabungan turun langsung membagikan masker gratis kepada masyarakat di pusat keramaian.
Aksi tanggap darurat tersebut dilaksanakan pada Senin malam, 14 September 2026, di Lapangan Stable Berkuda Sekayu, yang menjadi pusat penyelenggaraan perhelatan Muba Expo dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kabupaten Musi Banyuasin.
Selain membagikan masker, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada para pengunjung dan pemilik usaha agar tetap waspada terhadap dampak buruk kabut asap.
Langkah taktis ini didasarkan pada Surat Edaran Bupati Muba Nomor 369/KPTS-DINKES/2026 tentang Kewaspadaan Dini dan Penanggulangan Terhadap Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan Masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Marko Susanto, menyatakan bahwa warga tetap diperbolehkan beraktivitas di luar ruangan, dengan syarat wajib mematuhi protokol kesehatan demi menjaga keselamatan.
“Pak Bupati sudah menyampaikan Edaran Nomor 369, bahwa masyarakat boleh melakukan aktivitas di luar ruangan dengan catatan wajib menggunakan masker demi menjaga kesehatan warga di Kabupaten Musi Banyuasin. Pemberlakuan edaran ini berlangsung selama status siaga darurat karhutla dan selama ancaman kabut asap masih terjadi,” ujar Marko Susanto di sela-sela pemantauan.
Lonjakan Titik Panas dan Penurunan Kualitas Udara
Berdasarkan data akumulasi BPBD Sumsel dan Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga pertengahan September 2026, Kabupaten Muba mencatat total 4.181 titik panas sejak Januari, menjadikannya salah satu wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi ketiga di Sumatra Selatan (Sumsel), setelah OKI dan Banyuasin. Sebaran tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Bayung Lencir, Lais, Tungkal Jaya, dan Batang Hari Leko.
Kondisi tersebut diperparah oleh parameter stasiun Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) yang menunjukkan kualitas udara berada di status tidak sehat. Nilai ISPU dan konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat fluktuatif di kisaran 104 hingga 113 µg/m³, yang telah melampaui ambang batas aman baku mutu ambien nasional.
Menghadapi situasi ini, Bupati Muba, Toha Tohet, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, hingga satuan pelayanan kesehatan untuk fokus melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan, menjaga rumah tetap tertutup, rutin mengonsumsi air putih, serta memakai masker.
Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dan Sektor Pendidikan
Di sektor kesehatan, seluruh Puskesmas dan RSUD disiagakan selama 24 jam penuh guna mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta mendistribusikan logistik obat-obatan secara berkelanjutan.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, satuan pendidikan diminta menghentikan sementara aktivitas luar kelas yang menguras fisik, seperti upacara dan olahraga.
Pemkab Muba juga menjadwalkan rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda), untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait kegiatan belajar mengajar demi keselamatan peserta didik. (ang)









