BEKISARMEDIA.ID — Momentum bersejarah diperingati oleh keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), dalam rangka hari lahir organisasi yang ke-65 tahun.
Bertempat di Sekretariat PC PMII Kabupaten OKU, Jum’at, 18 April 2025, puluhan kader berkumpul untuk menggelar tasyakuran sekaligus refleksi mendalam mengenai arah gerakan mahasiswa di Bumi Sebimbing Sekundang.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi ajang evaluasi bagi para aktivis kampus untuk mempertegas peran mereka sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Menilik Peran Kader PMII OKU Sebagai Penggerak Perubahan
Ketua Cabang PMII Kabupaten OKU, Emi Pratiwi, mengungkapkan bahwa usia 65 tahun merupakan fase matang bagi organisasi untuk mencetak kader yang memiliki kapasitas intelektual sekaligus spiritualitas tinggi.
Menurutnya, tagline “Generasi Hebat Penggerak Perubahan” bukan sekadar hiasan kata-kata, melainkan mandat bagi setiap kader untuk berani mengambil peran dalam dinamika pembangunan daerah.
“Kita sama-sama mengevaluasi diri agar kader PMII OKU benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan cara berpikir yang lebih kritis dan reflektif,” tegas Emi.
Apresiasi dari Berbagai Tokoh Daerah
Kegiatan ini turut dihadiri tokoh penting seperti Ketua Mabincab PMII OKU (Robi Vitergo), Ketua KPU OKU (Rahmat Hidayat), hingga Ketua GP Ansor OKU (Nurul Udin).
Kehadiran para senior dan pimpinan lembaga ini memberikan suntikan moral bagi kader yang berasal dari berbagai kampus seperti Universitas Baturaja (Unbara), Universitas Mahakarya Asia, dan STAI Baturaja.
Robi Vitergo dalam sambutannya mengingatkan bahwa eksistensi PMII selama lebih dari enam dekade adalah bukti nyata kekuatan gerakan mahasiswa yang tetap konsisten di jalur perjuangan.
Refleksi Diri untuk Memperkuat Jati Diri Organisasi
Lebih jauh, Robi mengajak seluruh anggota untuk menata kembali niat berorganisasi agar setiap langkah yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun sosial.
Ia menilai, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, spiritualitas dan kesadaran akan perubahan positif adalah modal utama bagi kader untuk tetap relevan dan bermanfaat.
“Mari kita refleksikan diri masing-masing. Apa yang menjadi tujuan kita berorganisasi harus bisa dipertanggungjawabkan demi kemajuan daerah dan jati diri PMII,” pungkas Robi. (ohs)
Baca juga :
BekisarMedia.id Pendidikan, Prestasi, dan Masa Depan Sumsel





One comment
Pingback: LBH PKC PMII Sumsel Buka Posbakum Gratis di Palembang, Siap Beri Bantuan Hukum Tanpa Terkecuali - BekisarMedia.id