Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Pemain PSPS Pekanbaru melakukan selebrasi usai menciptakan gol ke gawang Sriwijaya FC, pada hari Jum'at, tanggal 3 April 2026 di Stadion Chandra Bhaga, Bekasi. (foto : instagram PSPS Riau)
Pemain PSPS Pekanbaru melakukan selebrasi usai menciptakan gol ke gawang Sriwijaya FC, pada hari Jum'at, tanggal 3 April 2026 di Stadion Chandra Bhaga, Bekasi. (foto : instagram PSPS Riau)

Sriwijaya FC Kalah 0-6 dari PSPS Pekanbaru, Rekor Tanpa Kemenangan Kembali Berlanjut

BekisarMedia.id — Sriwijaya FC kembali menelan pil pahit setelah kalah 0-6 dari PSPS Pekanbaru pada pekan ke-23 Pegadaian Championship musim 2025/2026, pada hari Jumat, tanggal 3 April 2026.

Hasil ini membuat klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu semakin tenggelam, karena belum sekali pun meraih kemenangan sepanjang musim.

Bermain di Stadion Chandra Bhaga sebagai tuan rumah, Sriwijaya FC sudah tertinggal sejak menit ke-16 lewat gol Douglas Nonato Oliveira Cruz. PSPS Pekanbaru kemudian terus menekan dan menambah gol melalui Alfin Ismail Tuasalamony pada menit ke-21 dan 39.

Antonio Augusto Gamaroni de Carvalho ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45. Dua gol tambahan dari Hari Nur Yulianto, membuat PSPS Pekanbaru pulang dengan kemenangan telak 6-0.

Baca juga : Hattrick, Kejutan, dan Rekor! 5 Fakta Panas Pekan ke-17 Pegadaian Championship

Sriwijaya FC Kalah 0-6 dari PSPS Pekanbaru

Kekalahan ini semakin mempertegas musim buruk Sriwijaya FC. Dari 23 pertandingan yang sudah dijalani, tim asuhan Iwan Setiawan itu belum meraih satu pun kemenangan.

Sriwijaya FC baru mengumpulkan dua poin dari dua hasil imbang. Sisanya, sebanyak 21 pertandingan berakhir dengan kekalahan, dan harus puas berada di peringkat 10 klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Produktivitas gol Sriwijaya FC juga jauh dari harapan. Klub kebanggaan Sumsel itu baru mencetak 15 gol, tetapi sudah kebobolan 83 kali.

Baca juga : Big Match Adhyaksa FC vs Garudayaksa FC Warnai Pekan Ke-23 Pegadaian Championship

PSPS Pekanbaru Mulai Menjauh dari Zona Bahaya

Di sisi lain, kemenangan besar ini membuat PSPS Pekanbaru bisa bernapas lebih lega. Tambahan tiga poin, membawa tim asuhan Aji Santoso naik ke posisi kedelapan klasemen sementara Grup 1 dengan 28 poin.

PSPS Pekanbaru sejauh ini mencatat 6 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 7 kekalahan. Dari sisi produktivitas, mereka sudah mencetak 39 gol dan kebobolan 39 kali.

Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menilai kemenangan besar atas Sriwijaya FC tidak diraih dengan mudah. Ia mengaku tetap meminta pemain mewaspadai lawan, meski Sriwijaya FC sudah dipastikan terdegradasi.

“Saya sudah sampaikan kepada para pemain, agar tidak menganggap remeh lawan. Bagaimanapun kondisi mereka, setiap tim pasti ingin menunjukkan performa terbaik. Alhamdulillah, para pemain bisa menjalankan instruksi dengan baik dan kami berhasil meraih kemenangan,” ujar Aji Santoso.

Menurutnya, kedisiplinan pemain dalam menerapkan strategi, menjadi kunci utama keberhasilan PSPS pada laga tersebut. Para pemain dinilai mampu menjaga fokus sejak menit awal hingga akhir pertandingan.

Jarak PSPS Pekanbaru dengan Persekat Tegal yang berada di posisi kesembilan, juga semakin aman. Persekat Tegal masih harus menghadapi tuan rumah FC Bekasi City pada 6 April 2026 mendatang.

Jika Persekat gagal menang, maka peluang PSPS Pekanbaru untuk terhindar dari play off degradasi, akan semakin besar.

Baca juga : Persela Lamongan Pulangkan Boski, Misi Besar Dimulai

Regulasi Play Off Degradasi Pegadaian Championship

Berdasarkan regulasi Pegadaian Championship musim 2025/2026, tim peringkat kesembilan Grup 1 dan Grup 2, akan bertemu pada babak play off degradasi.

Pertandingan itu menggunakan sistem single match. Tim dengan poin lebih tinggi di klasemen akhir babak pendahuluan, akan bertindak sebagai tuan rumah.

Klub yang kalah dalam play off degradasi dipastikan turun ke Liga Nusantara musim 2026/2027. Sedangkan tim yang menang, akan tetap bertahan di Pegadaian Championship.

Bagi warga Sumsel dan suporter Sriwijaya FC, musim ini tentu menjadi salah satu periode paling pahit. Klub yang dulu pernah berjaya di sepak bola nasional, kini harus menerima kenyataan sebagai klub pertama yang turun kasta ke Liga Nusantara pada musim mendatang. (ang)

Ditulis oleh : Angga Putra | Redaktur : Tri Ricki

About Angga Putra

Jurnalis bekisarmedia.id seputar sepak bola Indonesia dan Sumatra Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *