Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Bupati Kabupaten Muba, M. Toha, meluncurkan Ruang Bersama Indonesia di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, pada hari Rabu, tanggal 10 Desember 2025. (BEKISARMEDIA.ID/MARWAH)
Bupati Kabupaten Muba, M. Toha, meluncurkan Ruang Bersama Indonesia di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, pada hari Rabu, tanggal 10 Desember 2025. (BEKISARMEDIA.ID/MARWAH)

Program Ruang Bersama Indonesia Resmi Hadir di Kabupaten Muba, 6 Desa Jadi Percontohan

Keluang, BekisarMedia.idKabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencatat sejarah baru sebagai daerah pertama di Sumatera Selatan (Sumsel) yang resmi mengimplementasikan Program Ruang Bersama Indonesia (RBI).

Program nasional yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia ini, diluncurkan secara resmi oleh Bupati Kabupaten Muba, M. Toha, di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, pada hari Rabu, tanggal 10 Desember 2025.

Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Muba, Hj. Patimah, sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, perangkat daerah, serta para camat dan kepala desa dari berbagai wilayah di Muba.

[irp]

Pada tahap awal, RBI diterapkan di enam desa pada tiga kecamatan, yakni Tegal Mulyo, Sumber Agung, dan Cipta Praja (Kecamatan Keluang), Bumi Kencana (Sungai Lilin); serta Sido Mulyo dan Bandar Jaya (Tungkal Jaya).

Bupati Muba, M. Toha menjelaskan bahwa peluncuran Ruang Bersama Indonesia, menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan, anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya.

“Pembangunan tidak boleh meninggalkan siapapun, terutama kelompok rentan. Prinsip itu menjadi dasar kita menghadirkan RBI di Muba,” ujar M. Toha.

[irp]

Ia menegaskan bahwa RBI bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan upaya menghadirkan ruang tumbuh bersama bagi masyarakat desa, tempat belajar, berdiskusi, berkreasi, serta membangun keluarga yang kuat.

“Desa yang kuat adalah desa yang memberikan tempat aman bagi anak dan ruang berkembang bagi perempuan,” tambahnya.

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Muba, dr. Sharlie Esa Kennedy, menyampaikan bahwa desa-desa yang dipilih adalah desa yang berkomitmen menuju zero violence terhadap perempuan dan anak.

[irp]

“RBI menjadi rumah kedua tempat belajar, mengadu, dan berubah. Tidak ada pembangunan yang berhasil bila perempuan dan anak tidak menikmatinya,” ungkap dr. Sharlie Esa Kennedy.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel serta kepemimpinan Bupati Muba yang terus memperkuat perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumsel, M. Zaki Aslam, yang hadir mewakili Gubernur Sumsel, memberikan apresiasi tinggi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba dalam melaksanakan program RBI.

[irp]

“RBI adalah upaya strategis untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak, sekaligus simbol kesetaraan gender. Kehadiran RBI di Muba merupakan jawaban atas kebutuhan ruang sosial dan kreativitas masyarakat desa,” jelasnya.

Menurut Zaki Aslam, langkah Muba dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan anak.

Usai deklarasi RBI, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Evaluasi Kinerja Kecamatan dan Reformasi Birokrasi Kabupaten Muba. Kecamatan Sekayu meraih peringkat pertama, diikuti Sungai Lilin dan Keluang.

[irp]

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan Gedung RBI yang nantinya menjadi pusat edukasi, kegiatan sosial, serta pemberdayaan masyarakat desa. (abd)

About Oyong Hairudin

Avatar photo
Wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi muda. Aktif meliput perkembangan olahraga, sepak bola, dan peristiwa daerah di Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *