Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Banner Ajakan Bijak Menyikapi Informasi dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin
Sosialisasi Pilar-Pilar Berbangsa dan Bernegara yang dilakukan oleh Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Agina Nurfianti, kepada PKL se Kota Bandung, pada hari Sabtu, tanggal 13 Desember 2025. (foto : Newsroom DPD RI)
Sosialisasi Pilar-Pilar Berbangsa dan Bernegara yang dilakukan oleh Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Agina Nurfianti, kepada PKL se Kota Bandung, pada hari Sabtu, tanggal 13 Desember 2025. (foto : Newsroom DPD RI)

Agita Nurfianti Ajak PKL Bandung Amalkan 4 Pilar Kebangsaan

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Selatan

Bandung, BekisarMedia.id — Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Agita Nurfianti, mengajak para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pilar-Pilar Berbangsa dan Bernegara kepada PKL se-Kota Bandung, pada hari Sabtu, tanggal 13 Desember 2025.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kota Bandung itu, Agita Nurfianti menegaskan bahwa PKL memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah, sekaligus menjadi perekat sosial di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dinilai penting bagi para pelaku usaha keci,l agar dapat berusaha secara beretika dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

[irp]

“PKL adalah bagian penting dari denyut ekonomi kota. Dengan memahami Empat Pilar Kebangsaan, para pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara beretika, saling menghormati, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman,” ujar Agita Nurfianti, melalui keterangan resmi yang diteriima pada hari Minggu, tanggal 14 Desember 2025.

Agita Nurfianti menjelaskan, pilar pertama dalam kehidupan berbangsa adalah Pancasila, yang menjadi dasar dan pedoman hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, mengajarkan sikap saling menghargai, gotong royong, serta hidup rukun dalam keberagaman.

“Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan sumber nilai dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana, seperti menghargai perbedaan dan menjaga sikap dalam berinteraksi,” katanya.

[irp]

Pilar kedua, lanjut Agita Nurfianti, adalah Undang-Undang Dasar 1945, sebagai konstitusi negara yang mengatur struktur pemerintahan, hak-hak warga negara, serta kewajiban negara dalam melindungi dan menyejahterakan rakyat. UUD 1945 menjadi jaminan konstitusional bagi setiap warga negara dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan berusaha.

Sementara itu, pilar ketiga adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Agita menegaskan bahwa keutuhan wilayah Indonesia merupakan harga mati yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.

“Persatuan adalah kekuatan. Perpecahan hanya akan melemahkan kita, sedangkan NKRI menjadi fondasi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” tegasnya.

[irp]

Adapun pilar keempat yakni Bhinneka Tunggal Ika, yang mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia. Menurut Agita Nurfianti, perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya justru menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan nasional.

Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi tersebut juga diisi dengan dialog interaktif. Para PKL menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi, mulai dari penataan ruang usaha, kepastian berusaha, hingga kebutuhan pendampingan dan perlindungan.

Agita Nurfianti menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi para PKL melalui fungsi representasi DPD RI agar dapat menjadi perhatian pemangku kebijakan terkait.

[irp]

“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga ruang dialog. Aspirasi para PKL akan kami rangkum dan dorong agar mendapat tindak lanjut yang konkret,” ujarnya. (ang)

3a39f8afb679f0a60a78f1a01894f548

About Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *