Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Ketua PMI Palembang, Dewi Sastrani, saat menjadi narasumber di program Halo Palembang di sebuah stasiun televisi di Kota Palembang, hari Senin, tanggal 6 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Ketua PMI Palembang, Dewi Sastrani, saat menjadi narasumber di program Halo Palembang di sebuah stasiun televisi di Kota Palembang, hari Senin, tanggal 6 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Kekurangan 2.000 Kantong, PMI Palembang Dorong Donor Darah Jadi Gaya Hidup

BekisarMedia.id – Kebutuhan darah di Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), terus tinggi, mencapai 7.000 kantong setiap bulan. Kekurangan sekitar 2.000 kantong, menjadi tantangan bagi PMI Palembang untuk memenuhi target ideal.

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengungkapkan hal ini saat menjadi narasumber di program Halo Palembang, pada hari Senin, tanggal 6 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Dewi Sastrani membedah tantangan operasional, strategi, hingga visi besar PMI Palembang lima tahun ke depan.

“Alhamdulillah, suplai darah kami meningkat menjadi 5.000 kantong per bulan. Meski begitu, pemenuhan kebutuhan darah tetap menjadi tantangan nyata. Kami ingin donor darah menjadi gaya hidup, bukan sekadar aksi darurat,” ujarnya.

baca juga : Wali Kota Palembang Sampaikan LKPJ 2025, Soroti Kinerja Anggaran dan Pelayanan Publik

PMI Palembang Siapkan Tiga Strategi Kunci

Untuk mengejar target, PMI Palembang menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, menjemput bola dengan memperluas jangkauan ke titik-titik keramaian. Kedua, memperkuat kerja sama dengan instansi pemerintah, swasta, dan komunitas. Ketiga, menanamkan kesadaran bahwa donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor.

Selain itu, Dewi Sastrani memaparkan inovasi berbasis teknologi. Sistem Donor Darah terintegrasi dan relawan digital, sedang disiapkan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi seputar donor dan bantuan darah.

baca juga : 5 Bus Balik Gratis Berangkat dari Palembang, Masyarakat Lebih Mudah Kembali ke Jakarta

Standar Keamanan Tetap Prioritas

Meski fokus pada inovasi, PMI Palembang tetap menegakkan standar keamanan ketat. Setiap tetes darah diproses sesuai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM, mulai dari screening hingga distribusi.

“Kami memastikan darah yang diterima masyarakat aman dan berkualitas,” tegas Dewi Sastrani.

Ia menaruh harapan besar pada generasi muda. “Anak muda adalah agent of change. Energi mereka bisa menggerakkan lingkungan agar lebih peduli terhadap sesama,” tambahnya.

baca juga : Pemkot Palembang Ajak Warga Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup

Semangat PMI Palembang adalah Melayani dengan Hati dan Menolong Tanpa Batas. Setiap tetes darah yang disumbangkan, dianggap sebagai wujud nyata harapan dan kehidupan bagi masyarakat. (ohs)

Ditulis oleh : O. Hairudin Sikumbang | Redaktur : O. Hairudin Sikumbang

About Oyong Hairudin

Avatar photo
Wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi muda. Aktif meliput perkembangan olahraga, sepak bola, dan peristiwa daerah di Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *