Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Pengoperasian BTS COMBAT Telkomsel di Desa Kuripan OKI untuk atasi blank spot.
Senyum warga Desa Kuripan saat mencoba jaringan 4G baru. Sinyal kini melimpah berkat kolaborasi Pemkab OKI dan Telkomsel. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Dulunya Susah Sinyal, Kini Wong Desa Kuripan Bisa Internetan Lancar dari Dalam Rumah

BEKISARMEDIA.ID — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Adi Yanto, memastikan warga Desa Kuripan, kini resmi menikmati layanan internet 4G super cepat.

Kabar gembira ini datang dari Kecamatan Teluk Gelam. Setelah bertahun-tahun “terisolasi” secara digital, Desa Kuripan kini resmi terbebas dari kutukan blank spot. Kehadiran BTS COMBAT (Compact Mobile Base Station) dari Telkomsel, menjadi pahlawan baru bagi aktivitas digital warga setempat.

Dari Susah Cari Sinyal ke Bisa Video Call

Perubahan ini dirasakan langsung oleh Siti (34), warga asli Desa Kuripan. Ibu rumah tangga ini bercerita betapa sulitnya dulu hanya untuk sekadar mengirim pesan WhatsApp kepada keluarga di perantauan.

“Dulu kalau mau telepon atau kirim pesan harus cari tempat yang ada sinyal, kadang harus keluar rumah dulu. Sekarang dari rumah saja sudah lancar, bahkan bisa video call-an,” ujar Siti dengan nada bangga saat ditemui Kamis, 9 April 2026.

Peningkatan kualitas jaringan ini tidak hanya soal gaya hidup, tapi juga tentang kemudahan akses informasi yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis.

baca juga : Tekanan Fiskal, Kepala BAPPEDA Sumsel Dorong Daerah Cari Sumber Dana Alternatif

Rahasia “Internet Gotong Royong”: Manfaatkan Gedung Walet

Ada yang unik dari kemunculan sinyal di desa ini. Kadis Kominfo Kabupaten OKI, Adi Yanto, menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari program Internet Gotong Royong.

Ini adalah solusi cerdas untuk memangkas biaya pembangunan infrastruktur, yang biasanya sangat mahal dan memakan waktu lama. Ketimbang membangun tower raksasa dari nol, program ini memanfaatkan infrastruktur lokal yang sudah ada.

“Kami memanfaatkan apa yang ada di desa, seperti menara Wi-Fi milik desa, gedung walet, ruko, bahkan menara masjid, untuk menempatkan perangkat,” jelas Adi Yanto.

Semangat gotong royong inilah yang membuat percepatan “Merdeka Sinyal” di Kabupaten OKI menjadi lebih nyata dan efisien.

baca juga : Warga OKI Wajib Tahu! Ini 8 Ancaman Bencana yang Mengintai hingga 2030 dan Cara Pemkab Memitigasinya

Daftar Desa di OKI yang Sudah Merdeka Sinyal

Hingga saat ini, gerakan internet gotong royong ini sudah menjangkau delapan desa di wilayah Kabupaten OKI. Selain Desa Kuripan, berikut adalah wilayah yang kini sudah “ngebut” internetnya:

  1. Kecamatan Mesuji Raya: Desa Balian.
  2. Kecamatan Mesuji: Desa Karya Mukti.
  3. Kecamatan Lempuing: Desa Suka Mulya.
  4. Kecamatan Pedamaran Timur: Desa Pulau Geronggang.
  5. Kecamatan Pangkalan Lampam: Desa Deling.
  6. Kecamatan Mesuji Makmur: Desa Pematang Bina Tani.
  7. Kecamatan Teluk Gelam: Desa Panca Tunggal Benawa dan Desa Sinar Harapan Mulya.

Analisis: Solusi Taktis untuk Geografis Sumsel

Sebagai informasi tambahan, wilayah OKI yang didominasi perairan dan lahan gambut, seringkali menjadi tantangan bagi operator seluler untuk membangun tower permanen (Macro Site). Strategi penggunaan BTS COMBAT adalah langkah transisi yang sangat taktis.

Berbeda dengan kebijakan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung menunggu pembangunan tower besar (BTS USO), skema gotong royong ini lebih mengedepankan kolaborasi aset desa dengan teknologi operator.

Jika penggunaan data di wilayah ini terus meningkat, bukan tidak mungkin Telkomsel akan meningkatkan statusnya menjadi infrastruktur permanen yang lebih stabil.

baca juga : SSB PSS OKI Tantang Level Regional di Festival Sepak Bola U-12 Bupati OKU Timur Cup

Harapan Menuju Desa Digital

Kepala Desa Kuripan, Yoni Yama, berharap stabilnya akses internet ini bisa memicu pergerakan ekonomi baru, terutama bagi anak muda yang ingin mulai berjualan online atau belajar secara digital.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI sendiri berkomitmen untuk terus memantau kualitas sinyal ini. Harapannya, wilayah yang saat ini masih mengandalkan tower COMBAT, akan segera diperkuat dengan infrastruktur permanen, agar kualitas sinyal semakin optimal dan tidak lagi terganggu faktor cuaca. (ohs)

Ditulis oleh : O. Hairudin Sikumbang | Redaktur : O. Hairudin Sikumbang

About Oyong Hairudin

Avatar photo
Wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi muda. Aktif meliput perkembangan olahraga, sepak bola, dan peristiwa daerah di Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *