Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Banner Ajakan Bijak Menyikapi Informasi dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin
Ardi Hernando, Pelatih Sumsel United U-19 di Elite Pro Academy (EPA) Championship tahun 2006. (BEKISARMEDIA.ID/TRY)
Ardi Hernando, Pelatih Sumsel United U-19 di Elite Pro Academy (EPA) Championship tahun 2006. (BEKISARMEDIA.ID/TRY)

Tembus Final EPA Championship, Tangan Dingin Ardi Hernando Cetak Sejarah Bersama Skuad Muda Sumsel United

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Selatan

BEKISARMEDIA.ID — Sosok arsitek taktik lokal asal Sumatra Selatan (Sumsel), Ardi Hernando, sukses mencuri perhatian publik sepak bola nasional, setelah menorehkan tinta emas di kompetisi usia muda.

Dengan mengandalkan materi pemain-pemain muda lokal berbakat dari Bumi Sriwijaya, ia berhasil membawa tim Sumsel United U-19 melaju mulus hingga babak final Elite Pro Academy (EPA) Championship.

Capaian prestisius ini dinilai sangat fenomenal, karena berhasil melampaui target awal yang dipatok oleh manajemen Sumsel United.

Sebelumnya, manajemen Laskar Juaro hanya membidik target realistis berupa lolos dari fase grup. Namun, tangan dingin dan strategi jitu yang diterapkan oleh Ardi Hernando, mampu membakar motivasi serta membuktikan kualitas skuad muda, hingga mampu menembus partai puncak kasta tertinggi kompetisi usia muda tanah air tersebut.

Juru taktik kelahiran Banyuasin, 7 April 1991 ini, merupakan putra daerah murni yang memiliki rekam jejak panjang di kancah sepak bola regional.

Kecintaannya terhadap si kulit bundar sudah tumbuh sejak usia dini, saat aktif sebagai pemain lokal. Ia tercatat pernah merasakan atmosfer kompetisi resmi yang kompetitif, mulai dari turnamen bergengsi Piala Soeratin U-17, Pekan Olahraga Daerah (PORDA), hingga memperkuat tim daerah dalam ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (PON).

Di tengah kesibukannya sebagai pemain kala itu, Ardi secara visioner mulai merintis karier di dunia kepelatihan dengan mengasuh anak-anak di Sekolah Sepak Bola (SSB).

Pengalaman dari akar rumput inilah yang membentuk insting kepelatihannya dalam mengendus bakat-bakat muda potensial daerah.

“Di usia yang masih sangat muda, yakni 18 tahun, saya sudah membulatkan tekad untuk meniti karier sebagai pelatih di SSB Patra Muda pada tahun 2010. Setelah itu, saya mengambil lisensi D nasional tahun 2011, dilanjutkan ke lisensi C pada 2020. Kemudian pada tahun 2025 lalu, saya bersyukur disekolahkan oleh manajemen tim KMP Bumara untuk mengikuti kursus lisensi B Diploma,” ungkap Ardi Hernando saat memberikan keterangan, Rabu, 13 Mei 2026.

Saat disinggung mengenai modal suksesnya, Ardi mengaku bahwa sosok yang paling menginspirasi metodologi kepelatihannya adalah Coach Arius Endarta.

Menurutnya, sang mentor legendaris tersebut merupakan orang pertama yang menanamkan fondasi kuat mengenai arti penting integritas dan totalitas di dalam maupun luar lapangan hijau.

Filosofi mengenai kedisiplinan tingkat tinggi dan kerja keras yang diwariskan oleh sang mentor, kini diimplementasikannya secara konsisten bersama skuad Sumsel United U-19.

Berkat keteguhan memegang prinsip tersebut, kolektivitas permainan tim muda Sumsel United tampil sangat solid dan konsisten dari satu laga ke laga berikutnya hingga mengamankan tiket final EPA Championship.

Sepak bola modern bagi Ardi bukan sekadar taktik di atas kertas, melainkan implementasi karakter petarung yang disiplin. (try)

3a39f8afb679f0a60a78f1a01894f548

Ditulis oleh : Tri Ricki Yakub | Redaktur : Tri Ricki Yakub

About tri ricki

Avatar photo
Jurnalis olahraga dengan sertifikasi Wartawan Muda, yang fokus pada dinamika sepak bola daerah dan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *