BEKISARMEDIA.ID — Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru, menekankan tentang pentingnya penguatan literasi hutan bagi generasi muda, sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga keberlangsungan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Kehutanan bertajuk Kenal Hutan, Kenal Masa Depan, yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, pada hari Rabu, tanggal 21 Mei 2026.
Acara strategis ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumsel ke-80.
Dalam arahannya, Herman Deru menjelaskan bahwa kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan.

Lebih dari itu, festival ini bertujuan untuk memberikan edukasi visual dan praktis kepada generasi Z dan milenial, agar benar-benar mengenali wujud fisik serta manfaat ekologis dari setiap pohon yang tumbuh di wilayah Sumsel.
Tantangan Pelestarian dan Pentingnya Literasi Hutan
Herman Deru memberikan perumpamaan yang mendalam mengenai ketimpangan antara kecepatan perusakan hutan dan lamanya waktu pemulihan alam.
Ia mengingatkan bahwa kesadaran kolektif adalah benteng utama dalam menghadapi ancaman krisis iklim dan degradasi lingkungan di masa depan.
“Berdasarkan tayangan tadi, kita bisa melihat bahwa menebang satu pohon besar hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit. Namun, untuk menumbuhkan pohon hingga mencapai ukuran tersebut, alam membutuhkan waktu hingga 25 tahun. Fakta ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak sembarangan dalam merusak ekosistem yang ada,” tegas Herman Deru.

Ia juga menitipkan pesan kepada para akademisi dan mahasiswa yang hadir, untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam.
Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan lingkungan yang hijau, sehat, dan produktif bagi generasi mendatang, bukan sekadar meninggalkan tumpukan masalah lingkungan.
Sinergi Rehabilitasi dan Pameran Hasil Hutan
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Koimudin, dalam laporannya menjelaskan bahwa Festival Kehutanan 2026 ini dirancang sebagai wadah untuk menumbuhkan harapan baru dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Sebagai langkah nyata, dalam kegiatan ini dilakukan penanaman sebanyak 200 pohon di area kampus sebagai simbol rehabilitasi hutan dan lahan.

Selain aksi penanaman, festival ini juga menjadi ajang promosi bagi ekonomi kerakyatan melalui pameran stand hasil hutan yang melibatkan berbagai kelompok tani binaan Dinas Kehutanan Sumsel.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi di lapangan diharapkan mampu menjaga komitmen Provinsi Sumsel dalam melestarikan lingkungan hidup secara konsisten.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa yang tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi mengenai kekayaan hutan Sumsel. (ohs)
baca juga :
BekisarMedia.id Pendidikan, Prestasi, dan Masa Depan Sumsel





One comment
Pingback: Peringati HUT ke-80, Pemprov Sumsel Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing bagi Puluhan Pasien - BekisarMedia.id