BEKISARMEDIA.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan (Sumsel) terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Turnamen E-Sport Kapolda Sumsel Cup 2026.
Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 ini, resmi ditutup di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, pada hari Minggu, tanggal 5 Juli 2026. Babak final mempertemukan 47 tim terbaik utusan dari 17 Polres dan Polrestabes jajaran Polda Sumsel.
Setelah melalui pertandingan ketat, Polres Banyuasin berhasil keluar sebagai Juara Pertama. Sementara itu, posisi Juara Kedua diraih oleh Polres Lahat, dan Polrestabes Palembang 1 harus puas menempati urutan ketiga.
Seluruh pemenang turnamen ini berhak memperoleh piala, piagam penghargaan, serta hadiah uang pembinaan dari Polda Sumsel. Tidak hanya itu, para juara ini nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Sumatera Selatan pada Turnamen E-Sport Kapolri Cup di tingkat nasional.
Penutupan turnamen dipimpin oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, yang mewakili Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Shandi Nugroho.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Pradipto. Turut hadir jajaran pengurus Esports Indonesia (ESI) Sumsel serta Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumsel.
Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polri berkomitmen hadir mendampingi generasi muda menghadapi tantangan era digital. Program ini merupakan implementasi Polri Presisi, yang menempatkan Generasi Z sebagai mitra strategis.
“Polda Sumsel hadir untuk mendampingi generasi muda agar mampu mengembangkan kreativitasnya melalui kegiatan positif. Turnamen ini membuktikan kolaborasi nyata dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan berkarakter,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya saat membacakan sambutan Kapolda Sumsel.
Ketua Umum IESPA, Ibnu Sulistyo Pradipto, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Polda Sumsel. Menurutnya, langkah ini menjadi contoh ideal sinergi antara kepolisian dan penataan bakat olahraga elektronik.
“Polda Sumsel menunjukkan bahwa e-sport bukan sekadar kompetisi game, melainkan sarana pembinaan karakter. Model kolaborasi seperti ini layak menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia,” kata Ibnu Sulistyo Pradipto.
Tingginya antusiasme peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa olahraga elektronik, telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang potensial di Sumsel. Sektor ini juga berkaitan erat dengan penguatan ekonomi kreatif lokal melalui industri digital.
Selain mengasah kemampuan teknis, ajang ini dirancang untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Melalui pembinaan karakter yang terarah, komunitas digital diharapkan dapat ikut menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan sosial di wilayah Sumsel.
Polda Sumsel menargetkan turnamen e-sport ini menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan. Sinergi bersama pemerintah daerah dan komunitas akan terus ditingkatkan agar Sumsel melahirkan atlet digital yang mampu bersaing di kancah internasional. (ang)








