Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, memberikan keterangan kepada wartawan, setelah menghadiri acara cetak sawah di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum'at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, memberikan keterangan kepada wartawan, setelah menghadiri acara cetak sawah di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum'at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Cetak Sawah Baru di Banyuasin, Sumsel Didorong Kejar Target Produksi Pangan Nasional

BekisarMedia.id — Terik matahari tidak menghalangi langkah Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, untuk turun langsung ke lapangan. Dengan mengendarai sepeda motor, ia menembus jalan menuju Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum’at, tanggal 27 Maret 2026, guna memastikan program cetak sawah baru benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan tanam di lahan baru yang disiapkan pemerintah. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memberi peluang ekonomi bagi petani lokal, agar lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa segera dimanfaatkan.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan bahwa capaian Sumsel sebagai salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap produksi pangan nasional, tidak terlepas dari peran kabupaten dan kota, terutama Kabupaten Banyuasin. Daerah ini dinilai menjadi salah satu penopang utama peningkatan hasil pertanian di provinsi tersebut.

Perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ali Jamil, menghadiri acara cetak sawah baru di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum'at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ali Jamil, menghadiri acara cetak sawah baru di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum’at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Ia mendorong seluruh jajaran, mulai dari pemerintah daerah hingga penyuluh pertanian, untuk aktif mendampingi petani. Menurutnya, keberhasilan program cetak sawah sangat bergantung pada kecepatan proses tanam setelah lahan siap digunakan.

“Lahan yang sudah dibuka, harus segera ditanami. Ini penting, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya di hadapan petani dan sejumlah pejabat yang hadir.

Selain itu, Herman Deru juga menyoroti tentang pentingnya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya terkait penyelesaian administrasi status lahan. Ia berharap, proses tersebut dapat dipercepat, agar tidak menjadi hambatan bagi petani dalam mengelola lahan baru.

Gubernur Provinsi Sumatra Selatan, Herman Deru, menghadiri acara cetak sawah baru di Desa ungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum'at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Provinsi Sumatra Selatan, Herman Deru, menghadiri acara cetak sawah baru di Desa ungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum’at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menjelaskan bahwa kegiatan tanam benih padi yang dilakukan di lokasi tersebut merupakan bagian dari program tahun sebelumnya yang belum sepenuhnya rampung. Pemerintah memberikan tenggat waktu hingga akhir Maret 2026, untuk menyelesaikan target tersebut.

Menurutnya, Sumsel menjadi salah satu daerah yang diandalkan dalam program perluasan lahan sawah nasional. Dengan potensi lahan yang luas dan dukungan pemerintah daerah, wilayah ini dinilai mampu berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.

“Sumsel diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional dan memperkuat kemandirian pangan,” ujarnya.

Gubernur Provinsi Sumatra Selatan, Herman Deru, menyapa masyarakat saat menghadiri acara cetak sawah baru di Desa ungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum'at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Provinsi Sumatra Selatan, Herman Deru, menyapa masyarakat saat menghadiri acara cetak sawah baru di Desa ungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, pada hari Jum’at, tanggal 27 Maret 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Kehadiran langsung pemerintah di lapangan, dinilai memberi dorongan moral bagi petani. Selain memastikan program berjalan sesuai rencana, langkah ini juga membuka ruang komunikasi antara petani dan pemerintah terkait kendala yang dihadapi di lapangan.

Program cetak sawah baru sendiri menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dengan percepatan tanam, hasil panen diharapkan dapat segera dirasakan, baik untuk konsumsi lokal maupun pasokan nasional. (ohs)

Ditulis oleh : O. Hairudin Sikumbang | Redaktur : O. Hairudin Sikumbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *