Ada pertandingan yang berakhir dengan kemenangan, ada pula yang berakhir dengan kekalahan. Namun, ada pertandingan yang hasil akhirnya tidak sepenuhnya mampu menggambarkan apa yang terjadi selama 90 menit, seperti yang dialami Sumsel United ketika memulai perjalanan mereka di Pegadaian Championship 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu, 13 September 2026, Sumsel United harus puas bermain imbang 2-2 melawan PSMS Medan.
Pertandingan pertama sebuah musim selalu membawa beban yang berbeda. Di satu sisi, ada keinginan untuk memulai perjalanan dengan kemenangan, tetapi di sisi lain ada kenyataan bahwa sebuah tim belum sepenuhnya mengetahui bagaimana persiapan mereka akan bekerja, ketika berhadapan dengan pertandingan yang sebenarnya. Bagi Sumsel United, pertandingan melawan PSMS Medan akhirnya menjadi sebuah awal yang tidak mudah, tetapi juga memperlihatkan kemampuan mereka untuk bangkit, setelah berada dalam situasi yang kurang menguntungkan.
PSMS Medan membuka pertandingan dengan cara yang membuat Sumsel United harus segera merespons. Phillerson Natan Silva de Oliveira mencetak gol pada menit kelima, sebelum Javier Siverio Toro kembali membawa PSMS Medan menjauh pada menit ke dua puluh sembilan. Dua gol tersebut membuat Sumsel United menutup babak pertama dalam keadaan tertinggal 0-2, sementara pertandingan pertama mereka di kandang sendiri mulai menghadirkan tekanan yang tidak ringan.
Namun, pertandingan berubah setelah jeda. Muhammad Fajar Firdaus memperkecil ketertinggalan pada menit ke empat puluh sembilan, sebelum Hibiki Mochizuki mencetak gol penyama kedudukan delapan menit kemudian. Dalam waktu yang relatif singkat, Sumsel United mengubah pertandingan dari keadaan tertinggal dua gol menjadi kembali seimbang, sebuah respons yang setidaknya menunjukkan bahwa mereka belum kehilangan kendali atas pertandingan, meskipun sempat berada dalam posisi yang sulit.
Secara statistik, Sumsel United memang lebih banyak menguasai bola dengan persentase lima puluh delapan persen. Mereka juga melepaskan dua puluh tembakan sepanjang pertandingan, meskipun hanya empat yang mengarah ke gawang. Sedangkan PSMS Medan, menghasilkan sembilan tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran. Angka-angka tersebut memperlihatkan adanya upaya Sumsel United untuk lebih banyak mengendalikan permainan, meskipun dominasi penguasaan bola belum sepenuhnya berubah menjadi keunggulan di papan skor.
Pertandingan kemudian menjadi semakin terbuka setelah penjaga gawang PSMS Medan, Rudi N. Rajak, mendapatkan kartu merah pada menit ke enam puluh satu. Kartu tersebut diberikan setelah wasit yang memimpin pertandingan, Abdul Aziz, meninjau insiden melalui VAR dan menilai pelanggaran terhadap Fajar sebagai tindakan yang layak diganjar kartu merah. Keunggulan jumlah pemain seharusnya memberikan ruang yang lebih besar bagi Sumsel United untuk mencari gol kemenangan, tetapi sampai pertandingan berakhir, skor tetap bertahan 2-2.
Hasil imbang tersebut membuat Sumsel United mendapatkan satu poin dari pertandingan pertamanya. Namun, karena mereka memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin sebagai bagian dari sanksi terhadap sejumlah klub peserta Championship, tambahan tersebut belum mengubah angka mereka dari nol di klasemen sementara. Situasi ini membuat satu poin yang diperoleh dari pertandingan pertama terasa sedikit berbeda, karena Sumsel United harus bekerja lebih keras sejak awal, untuk mengejar posisi yang diinginkan.
Bagi M. Nasuha dan para pemainnya, pertandingan pertama ini mungkin belum memberikan hasil yang diharapkan. Kemenangan di kandang, tentu akan menjadi pembuka yang lebih menyenangkan, terutama ketika target yang dibawa sejak awal musim adalah promosi ke Super League. Namun, kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan dua gol, juga merupakan bagian dari cerita yang tidak boleh diabaikan, ketika menilai bagaimana Sumsel United memulai perjalanan musim ini.
Pertandingan melawan PSMS Medan juga kembali memperlihatkan bahwa sebuah musim tidak pernah ditentukan oleh satu pertandingan saja. Ada pertandingan yang berjalan sesuai rencana, ada yang justru memaksa sebuah tim beradaptasi, dan ada pula yang meninggalkan pekerjaan rumah untuk pertandingan berikutnya. Bagi Sumsel United, hasil 2-2 ini memberikan satu poin, tetapi juga membawa sejumlah pertanyaan yang harus dijawab ketika mereka kembali memasuki lapangan.
Jika dilihat dari sejarah pertemuan kedua tim, hasil kali ini membuat Sumsel United dan PSMS Medan telah bertemu empat kali. Sumsel United sebelumnya mencatat satu kemenangan, sementara PSMS Medan meraih dua kemenangan dan satu pertandingan lainnya berakhir imbang, dengan kemenangan Sumsel United terjadi 2-1 ketika menjadi tuan rumah pada 24 November 2025. Dua kemenangan PSMS Medan terjadi ketika mereka menjadi tuan rumah, masing-masing dengan skor 2-0 pada 28 September 2025 dan 3-1 pada 14 Februari 2026.
Namun, sejarah pertemuan tersebut pada akhirnya hanya menjadi catatan tambahan. Musim 2026/2027 memiliki cerita sendiri, dan pertandingan pertama telah memberikan halaman pertama bagi perjalanan Sumsel United. Setelah ini, setiap pertandingan akan membawa cerita baru yang sedikit demi sedikit akan menentukan seperti apa perjalanan mereka hingga akhir musim.
Perjalanan itu belum berhenti di Palembang. Pada Sabtu, 19 September 2026, Sumsel United akan menjalani pertandingan tandang menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Galuh, Ciamis, pada pukul 15.30 WIB. Jika pertandingan pertama memberikan pelajaran tentang bagaimana sebuah tim merespons ketertinggalan, pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Sumsel United untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dari 90 menit pertama musim ini.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang,
Wartawan BekisarMedia.id












