Bupati Muba Hadiri Haflah Ponpes Al-Mubarokah Babat Supat

Kesiapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk Bebas Asap Tahun 2026

BEKISARMEDIA.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan keagamaan. Langkah ini dinilai strategis, dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan spiritual di Bumi Serasan Sekate.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, saat menghadiri agenda Haflah Tahfizh V dan Haflah Takhrij I Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mubarokah.

Agenda tahunan tersebut dipusatkan di Halaman Komplek Putri Ponpes Al-Mubarokah, Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, pada hari Kamis, tanggal 21 Mei 2026.

Acara pelepasan santri berlangsung khidmat, dengan dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, perwakilan legislatif, unsur Forkopimcam, serta ratusan wali santri yang memadati area kompleks putri pondok pesantren.

BACA JUGA:  Dorong Produk UP2K Masuk Pasar Digital, TP PKK Muba Sukses Gelar Pelatihan Pemasaran

Tonggak Sejarah Ponpes Al-Mubarokah dan Tantangan Kualitas SDM

Kehadiran lembaga pendidikan Islam di wilayah pelosok Muba, memiliki andil besar dalam menekan angka putus sekolah sekaligus membentengi moralitas generasi muda dari dampak negatif globalisasi.

Ponpes Al-Mubarokah yang kini menginjak usia keenam tahun, menorehkan sejarah baru dengan meluluskan angkatan pertama kelas akhir (Takhrij) di samping mengukuhkan para penghafal Al-Qur’an.

Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi pengelola yayasan. Keikhlasan para pengajar dinilai menjadi modal utama berjalannya roda pendidikan yang bermutu di tingkat kecamatan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni kelulusan biasa, melainkan bukti nyata keberhasilan pesantren dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Kami bangga melihat anak-anak kita mampu menjaga hafalan Al-Qur’an di usia muda,” ujar Toha Tohet.

Secara khusus, Toha Tohet memberikan penghormatan kepada figur pimpinan pondok pesantren yang bersedia kembali untuk memajukan daerah asal setelah menyelesaikan studi formal.

“Terima kasih kepada pimpinan pondok pesantren yang telah menempuh pendidikan hingga ke luar daerah bahkan luar negeri, namun tetap memilih kembali ke kampung halaman untuk mengabdi dan mendidik anak-anak di Kecamatan Babat Supat ini,” tambahnya.

BACA JUGA:  Duet Pj. Gubernur Sumsel dan Pj. Bupati Muba, Salurkan Bantuan di Kecamatan Lais

Penguatan Karakter Melalui Sinergi Lintas Sektor

Pimpinan Ponpes Al-Mubarokah, K.H. Muhammad Siddiq Asmara, menjelaskan bahwa dalam wisuda kali ini, pihak pesantren mengukuhkan sebanyak 27 santri untuk Haflah Takhrij I (kelulusan kelas akhir) dan 109 santri untuk Haflah Tahfizh (penghafal Al-Qur’an).

Pertumbuhan jumlah santri yang signifikan dalam waktu enam tahun ini, merefleksikan tingginya kepercayaan masyarakat lokal terhadap sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school).

Pemkab Muba memastikan akan terus bersinergi guna mendukung sarana dan prasarana penunjang keagamaan agar kenyamanan proses belajar mengajar di lingkungan pesantren tetap terjaga. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar