BEKISARMEDIA.ID — Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Selatan (Sumsel), Cik Ujang, menghadiri acara Pengajian Akbar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-10 Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Mubtadiin Sigam, sekaligus Haul Ummi Liliyin ke-4.
Kegiatan keagamaan yang dipadati oleh ribuan jemaah dari berbagai wilayah itu, berpusat di kompleks Ponpes yang berlokasi di Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, pada hari Minggu, tanggal 10 Mei 2026.
Kehadiran unsur pimpinan daerah ini, menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terhadap eksistensi lembaga pendidikan keagamaan.
Momentum satu dekade berdirinya Ponpes ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi antara jajaran pemerintahan, ulama, wali santri, serta masyarakat umum di wilayah Kabupaten Muara Enim.

Penegasan Komitmen Kerukunan dan Peran Strategis Pesantren
Cik Ujang menegaskan bahwa kekompakan, kerukunan, dan stabilitas sosial di tengah masyarakat, merupakan modal paling mendasar dalam menyukseskan program pembangunan daerah di Sumsel.
Oleh karena itu, kerukunan antar warga harus terus dirawat secara konsisten, demi terciptanya persatuan yang kokoh di tingkat akar rumput.
Selain menyampaikan pesan perdamaian, Cik Ujang menaruh harapan besar agar Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin Sigam terus istiqamah menjadi garda terdepan institusi pendidikan Islam.
Lembaga ini dinilai memiliki peran strategis dalam menyaring dampak negatif perkembangan zaman, melalui pembentukan moral dan karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.

“Insya Allah, kalau kita selalu kompak, kita akan terus maju bersama. Saya berharap masyarakat Sumsel selalu hidup rukun dan damai sehingga tercipta persatuan yang kokoh,” ujar Cik Ujang.
Perjalanan Satu Dekade dan Tausiyah Keagamaan
Pengasuh Ponpes Hidayatullah Mubtadiin Sigam, K.H. Dachlan Salim Zarkasyi, menyampaikan kilas balik perkembangan lembaga yang dipimpinnya.
Dirintis dari fasilitas yang sangat terbatas, pesantren ini mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan grafik jumlah santri dan santriwati yang konsisten meningkat di setiap tahun ajaran baru. Ekspansi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan syiar Islam serta aktivitas ibadah di Kecamatan Gelumbang.
“Alhamdulillah, atas doa dan dukungan keluarga serta masyarakat, pesantren yang dirintis dari bawah ini dapat berkembang seperti sekarang. Dengan bertambahnya santri, syiar Islam dan ibadah akan semakin kuat di wilayah kita,” jelas KH Dachlan Salim Zarkasyi.

Rangkaian pengajian akbar ini berlangsung secara khidmat dengan menghadirkan penceramah kondang asal Bojonegoro, Jawa Timur, K.H. Anwar Zahid. Dalam tausiyahnya, KH Anwar Zahid menekankan urgensi penanaman fondasi pendidikan agama sejak usia dini, serta pentingnya menjaga adab penghormatan kepada guru dan kedua orang tua.
Agenda harlah dan haul terpadu ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama setempat. Turut hadir secara fisik dalam kegiatan tersebut di antaranya unsur Forkopimda Kabupaten Muara Enim, perwakilan dinas instansi terkait, jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, serta wali santri yang mengikuti jalannya acara hingga selesai. (ohs)
baca juga :














1 komentar