Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026.
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Suarakan Keadilan Infrastruktur, Herman Deru Tagih Solusi Dana Bagi Hasil ke Wamendagri di Forum Akselerator Negeri

BEKISARMEDIA.ID — Tantangan pembangunan di Pulau Sumatera tidak bisa disamakan begitu saja dengan kondisi di Pulau Jawa, terutama soal luas wilayah dan kebutuhan infrastruktur yang sangat besar.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menyampaikan pesan tegas tersebut saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026.

Di hadapan para kepala daerah se-Sumatera dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, sosok nomor satu di Sumsel ini menuntut solusi nyata dari pusat, terkait keberlangsungan pembangunan daerah.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Jangan Ada Aturan “Abu-Abu” bagi Daerah

Herman Deru menilai, forum strategis ini merupakan wadah terhormat bagi para pemimpin daerah untuk berimprovisasi, tanpa harus menabrak aturan hukum yang berlaku.

Ia menekankan bahwa daerah tidak bisa sembarangan membuat kebijakan untuk mengejar pendapatan asli daerah, jika tidak ada payung hukum yang kokoh dari pemerintah pusat.

“Kita di daerah tidak bisa semena-mena membuat aturan, hanya untuk mengejar pendapatan tanpa payung hukum jelas dari pusat, terutama terkait dana bagi hasil dan DAU,” tegas Herman Deru.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Sumatra Butuh Perlakuan Khusus Infrastruktur

Masalah infrastruktur, juga menjadi poin krusial yang ia suarakan, mengingat luasnya geografis Sumatra yang menuntut biaya operasional jauh lebih tinggi.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pembangunan jalan dan fasilitas publik di Sumatra terus meningkat, namun keterbatasan anggaran seringkali menjadi penghalang utama.

Oleh karena itu, ia berharap Kemendagri mampu memberikan terobosan agar setiap daerah tetap bisa memberikan pelayanan pembangunan yang optimal meskipun berada jauh dari pusat pemerintahan.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, saat menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, di Ballroom Hotel Wyndham OPI Jakabaring, Palembang, Sabtu, 25 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Respon Wamendagri Republik Indonesia

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya, merespon positif curhatan tersebut, dengan menegaskan bahwa forum ini memang dirancang untuk memastikan visi nasional terakselerasi hingga ke daerah.

Pihaknya mengakui sering mendengar keluhan serupa dan kini mulai fokus pada pendekatan kewilayahan, guna memperkuat payung hukum pendapatan daerah.

Langkah ini diharapkan mampu menutup celah ketimpangan sehingga daerah tetap semangat dalam mengelola potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat secara merata. (ohs)

Ditulis oleh : O. Hairudin Sikumbang | Redaktur : O. Hairudin Sikumbang

About Oyong Hairudin

Avatar photo
Wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi muda. Aktif meliput perkembangan olahraga, sepak bola, dan peristiwa daerah di Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *