Warganet Minta Prabowo Turun Tangan dengan Gejolak di Gerindra Sumsel

BEKISARMEDIA.ID — Jagat media sosial di Sumatra Selatan (Sumsel) dihebohkan oleh respons warganet yang menyayangkan dinamika internal di tubuh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Palembang.

Gelombang simpati mengalir setelah M. Akbar Alfaro dan A. Taufik secara mendadak dicopot dari jabatan Ketua dan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Palembang, tanpa alasan yang dijabarkan secara rinci ke publik.

Melalui sebuah unggahan video di akun TikTok ‘Politikus Milenial’, seorang pria menyoroti kontribusi besar tokoh muda tersebut dalam mendongkrak elektabilitas partai di tingkat akar rumput. Pengunggah bahkan meminta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk turun tangan langsung menyelesaikan persoalan ini.

“Sangat disayangkan, karena Akbar Alfaro ini sosok anak muda yang cerdas. Banyak anak muda yang ikut Gerindra karena sosok Alfaro,” ujar pria dalam video yang diunggah pada Sabtu, 6 Mei 2023 itu.

Pria dalam video itu menambahkan, kepemimpinan Alfaro ikut andil dalam memenangkan Prabowo Subianto di Palembang. Kehadiran tokoh milenial ini, dinilai mampu mengikis sikap apatis generasi muda terhadap dunia politik di ibu kota Sumsel.

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton lebih dari 14 ribu kali, dan menuai beragam komentar. Akun @MOVIE CLIP menuliskan, “Wah sayang banget, Akbar Alfaro tokoh anak muda Palembang,” Sementara akun @edianwar10 berkomentar, “Calon kuat Palembang satu (wali kota) caknyo Akbar ini.”

BACA JUGA:  Kepiawaian Manajerial Hj. Lucianty, Dinilai Bakal Menjadi Kunci Kebangkitan dan Kesejahteraan Kabupaten Muba

Sorotan Pengamat: Dinamika Menuju Pilkada 2024

Pencopotan yang terkesan tiba-tiba ini, tidak hanya memicu reaksi netral dari warganet, tetapi juga mendapat sorotan tajam dari pengamat politik dan sosial dari Stisipol Candradimuka, Ade Indra Chaniago. Menurutnya, keputusan ini sarat akan kepentingan politis menjelang Pemilu dan Pilkada 2024.

“Oligarkinya masih sangat kental dan belum siap berdemokrasi,” kata Ade Indra Chaniago.

Ade menilai, langkah politik Akbar Alfaro yang mulai membangun basis massa untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kota Palembang 2024, menjadikannya magnet bagi pemilih milenial. Namun, popularitas tersebut diduga memicu resistensi di tingkat elit internal partai.

“Ini semacam duri dalam daging bagi elit Gerindra. Kalau bicara kinerja, Akbar masih sangat sebentar menjadi Ketua DPC Gerindra, sehingga belum bisa dinilai secara objektif, tetapi secara personal dia memang sangat dikenal masyarakat,” lanjut Ade.

Lebih jauh, Ade memetakan analisisnya terkait peta politik Sumsel saat ini. Ia berspekulasi bahwa reposisi jabatan ini berkaitan erat dengan bergabungnya mantan Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, ke Partai Gerindra.

“Bisa saja, ini merupakan bagian dari persiapan kendaraan politik bagi keluarga atau figur lain yang dipersiapkan elit untuk maju pada Pilkada Kota Palembang 2024 nanti,” tuturnya.

BACA JUGA:  Herman Deru Apresiasi Dukungan Masyarakat Percepat Tercapainya Sumsel Religius

Respons Internal Gerindra dan Sikap Legowo Akbar Alfaro

Di sisi lain, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumsel belum memberikan pernyataan resmi secara mendetail mengenai alasan mendasar di balik perombakan kepengurusan ini. Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumsel, Sri Mulyadi, hanya mengonfirmasi bahwa pergantian struktur kepemimpinan memang benar telah terjadi.

“Benar ada pergantian Ketua DPC Gerindra, dari Akbar Alfaro ke Prima Salam. Artinya, Prima Salam sekarang memegang komando DPC Gerindra Kota Palembang,” kata Sri Mulyadi.

Mengenai alasan pencopotan, ia menyarankan untuk langsung menghubungi ketua atau sekretaris DPD.

Sementara itu, M. Akbar Alfaro menunjukkan sikap kedewasaan politik yang matang. Pria yang akrab disapa Gerry ini, mengaku legowo dan siap menerima serta mematuhi seluruh keputusan komando dari pengurus pusat.

“Untuk alasannya sendiri, coba tanya ke DPD saja. Kami sudah maksimal memajukan partai. Secara pribadi tentu saya memahami ini karena Gerindra adalah partai komando, segala keputusan dan kebijakan strategis berada di pusat,” ungkap Gerry.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap setia berada di barisan Gerindra demi memenangkan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.

“Kami mohon maaf bila ada kekurangan selama memimpin kepengurusan partai. Kedepan, kami bersama seluruh kader tetap satu komando mendukung penuh Pak Prabowo sebagai calon Presiden,” pungkasnya. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU: