Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Herman Deru Tegaskan Sumsel Tetap Harmonis Saat Hadiri Dharma Santi Nyepi Tahun 2026

BekisarMedia.id — Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menegaskan bahwa Sumsel tetap menjadi daerah yang harmonis dan dikenal dengan kondisi zero conflict, saat menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026.

Kehadiran Herman Deru dalam kegiatan itu, menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap kehidupan beragama yang rukun di Sumsel.

Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, Sumsel dinilai mampu menjaga suasana yang aman dan damai.

Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Dharma Santi Nyepi Sumsel 2026 Jadi Simbol Kerukunan

Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku bangga bisa hadir bersama masyarakat, dalam suasana penuh kekeluargaan. Menurutnya, keberagaman yang ada di Sumsel, bukan menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk menjaga kedamaian.

Ia menyebutkan bahwa adat dan budaya yang berkembang di Sumsel, termasuk budaya Bali, masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Hal itu menjadi bukti bahwa masyarakat Sumsel mampu hidup berdampingan, tanpa kehilangan identitas masing-masing.

“Keberagaman yang ada, justru menjadi solusi dalam menciptakan kedamaian. Kita patut bangga, adat dan budaya, termasuk adat Bali di Sumsel, tetap terjaga keasriannya,” ujar Herman Deru.

Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Herman Deru Sebut Nyepi Bukan Hanya Milik Umat Hindu

Menurut Herman Deru, Hari Suci Nyepi tidak hanya memiliki makna penting bagi umat Hindu. Lebih dari itu, momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi semua orang untuk melakukan introspeksi diri, menjaga ketenangan, dan mempererat persatuan.

Pesan ini terasa dekat dengan kehidupan warga Sumsel yang setiap hari hidup berdampingan di tengah perbedaan. Saat hubungan antar warga terjaga, rasa aman dan nyaman dalam kehidupan bermasyarakat, juga ikut tumbuh.

Sementara itu, Pengawas Persatuan Adat Bali Sumsel, I Gusti Bagus Suryanegara, menjelaskan bahwa Dharma Santi merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi, yang mengandung makna menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)
Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Sriwijaya, hari Kamis, tanggal 2 April 2026. (BEKISARMEDIA.ID/HAIRUDIN)

Pengurus Adat Bali Sumsel Dikukuhkan

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengukuhkan pengawas dan pengurus Perkumpulan Adat Bali Sumatra Selatan periode 2025–2028. I Made Sutama ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Kapolda Sumsel (Irjen. Pol. Shandi Nugroho), Ketut Sumedana, Wali Kota Palembang (Ratu Dewa), dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Selatan, Syafitri Irwan. (ref)

Ditulis oleh : Refni Silfiani | Redaktur : O. Hairudin Sikumbang

About Refni Silviani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *