BEKISARMEDIA.ID — Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skills (PSS) kembali menghadirkan terobosan dalam upaya memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi para pemainnya. Kali ini, SSB PSS resmi menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit (RS) Pelabuhan Palembang, khususnya dalam mendukung penanganan cedera maupun kecelakaan yang dialami oleh pemain, pelatih, serta ofisial.
Kerja sama tersebut mengemuka setelah jajaran pengurus SSB PSS melakukan pertemuan resmi dengan manajemen RS Pelabuhan Palembang di Ruang Senyum RS Pelabuhan, pada hari Rabu siang, tanggal 19 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum SSB PSS, Edi Triono, S.T., hadir langsung bersama jajaran pelatih kepala, Tobing dan Nelson. Turut mendampingi pula Aulia Seftian dari PIC Sumsel Junior League.
Sementara itu, pihak RS Pelabuhan Palembang diwakili oleh Manager Medical (dr. Sylvie Agestie), Kepala IGD (dr. Vidro Alif Gunawan, Sp.B), serta Drg. Agustina Setyaningrum, MARS, dari bidang medical and nursing.
Manager Medical RS Pelabuhan Palembang, dr. Sylvie Agestie, menyambut positif kerja sama yang diinisiasi oleh SSB PSS. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah terdepan, karena SSB PSS tercatat sebagai sekolah sepak bola pertama yang menjalin kemitraan resmi dengan rumah sakit tersebut.
“Ini merupakan SSB pertama yang bekerja sama dengan kami. Tentu kami sangat menyambut baik,” ujar dr. Sylvie Agestie.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama utamanya berkaitan dengan penanganan cedera atau kecelakaan yang dialami atlet, ofisial, maupun pelatih di lingkungan SSB PSS. Pemain yang telah memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, juga dapat memperoleh kemudahan penanganan di RS Pelabuhan, apabila mengalami cedera dan membutuhkan tindakan medis darurat maupun lanjutan saat berlatih atau bertanding.
“Pemain-pemain SSB PSS yang kebetulan sudah memiliki BPJS Ketenagakerjaan, jika mengalami cedera dan harus mendapatkan tindakan, bisa langsung ke RS Pelabuhan,” jelasnya.
Kepala IGD RS Pelabuhan Palembang, dr. Vidro Alif Gunawan, Sp.B, menambahkan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan atlet merupakan fondasi penting dalam aktivitas olahraga. Kehadiran kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat respons cepat medis ketika pemain menghadapi situasi darurat di lapangan, di samping komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh pasien umum.
Dari pihak klub, Ketua Umum SSB PSS, Edi Triono, S.T., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah preventif yang esensial. Ia menilai, tidak ada pihak yang menginginkan terjadinya cedera, namun mitigasi risiko tetap harus disiapkan mengingat tingginya intensitas fisik dalam sepak bola.
“Tidak ada yang ingin pemainnya cedera. Tetapi kami mengantisipasi agar ketika ada pemain yang mengalami cedera, tindakan dan pengobatannya bisa dilakukan lebih cepat,” ungkap Edi Triono.
Ia turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta kualitas fasilitas dari jajaran RS Pelabuhan Palembang yang dinilainya semakin bersih, modern, dan profesional.
Perkuat Ekosistem Pembinaan Komprehensif
Kolaborasi dengan RS Pelabuhan Palembang melengkapi rangkaian langkah strategis SSB PSS dalam memperkuat ekosistem pembinaan pemain usia muda secara holistik.
Sebelumnya, SSB PSS juga telah menjalin kerja sama dengan Diklat Merden Indonesia, lembaga pembinaan nasional yang memiliki jaringan dengan program Elite Pro Academy (EPA) dan klub Liga 1 Persik Kediri. Jalur ini membuka peluang beasiswa dan pengembangan karier profesional yang lebih luas bagi para talenta muda.
Di tingkat lokal, SSB Palembang Soccer Skills dijalankan oleh jajaran pelatih berlisensi (C AFC dan D Nasional) dengan jadwal latihan rutin lima kali sepekan di Lapangan Auri dan SPD Minisoccer.
Konsistensi pembinaan tersebut terbukti membuahkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2026, di antaranya runner-up Kejurnas Garuda Anak Indonesia (GAI) U10, runner-up Liga Top Skor Sumsel U12 dan U14, serta runner-up Sumatera Junior League U10 dan U12.
Melalui kehadiran mitra strategis di bidang kesehatan maupun jalur karier sepak bola, SSB PSS membuktikan komitmen untuk membangun sistem pembinaan yang tidak sekadar mengejar prestasi di atas lapangan, tetapi juga menjamin aspek keselamatan, kesehatan, pendidikan, serta kenyamanan psikologis bagi pemain dan orang tua. (tri)








1 komentar