BEKISARMEDIA.ID — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta Reaktivasi Desk Karhutla Nasional Tahun 2026.
Kegiatan strategis yang dihadiri oleh Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, dan Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, ini, dipusatkan di Halaman Griya Agung Palembang, pada hari Rabu, tanggal 6 Mei 2026.
Langkah pro aktif lintas sektoral ini, digelar sebagai bentuk soliditas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga sektor swasta dalam merespons prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan rekam data cuaca, musim kemarau di wilayah Sumsel tercatat telah dimulai pada bulan Mei ini, dan diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada Agustus 2026 mendatang.
Pemetaan Wilayah Rawan dan Karakteristik Lahan Gambut
Djamari Chaniago memberikan perhatian khusus kepada Sumsel, karena memiliki tantangan geografis yang cukup unik. Karakteristik wilayah yang didominasi oleh lahan gambut dalam, serta area perkebunan yang luas, menjadikan Sumsel sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan karhutla paling strategis di Indonesia.
Ia menginstruksikan penguatan mitigasi dan pengetatan pengawasan pada kluster wilayah rawan karhutla di Sumsel.
Kluster tersebut meliputi wilayah Ogan Ilir dan Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba) dan Muara Enim, Lahat, OKU Timur, Musi Rawas dan Muratara, serta OKU dan OKU Selatan. BPBD beserta jajaran Forkopimda di masing-masing kabupaten dan kota diminta siaga penuh memantau pergerakan titik panas (hotspot).

“Jangan menunggu api membesar. Setiap titik panas yang terdeteksi oleh sistem informasi data harus segera diverifikasi secara aktual dan langsung ditangani secara taktis di lapangan. Optimalkan integrasi data antarlembaga untuk melakukan percepatan penanggulangan dini,” tegas Djamari Chaniago.
Kucuran Dana Stimulan dan Simulasi Siap Tempur
Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama jajaran menteri kabinet, juga meresmikan langsung Reaktivasi Desk Karhutla Nasional 2026.
Sebagai bentuk dukungan konkret di lapangan, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyalurkan dana bantuan senilai Rp2,8 miliar.

Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk kelengkapan alat pendukung pengendalian karhutla modern untuk Pemprov Sumsel, serta empat kabupaten dan kota yang memiliki indeks kerawanan tertinggi.
Sebagai penutup rangkaian apel, seluruh personel gabungan melaksanakan simulasi taktis penanggulangan karhutla secara terpadu.
Herman Deru bersama para pejabat tinggi negara juga melakukan inspeksi mendalam terhadap gelar peralatan untuk memastikan seluruh unit mesin pompa, kendaraan taktis, hingga sarana evakuasi berada dalam kondisi siap tempur di lapangan. (ohs)
baca juga :
BekisarMedia.id Pendidikan, Prestasi, dan Masa Depan Sumsel

