Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp750 juta dalam kegiatan Sapa Aruh GKR Hemas, Sinergi Aksi untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh–Sumut–Sumbar, yang digelar di Aula Utama Wisma Bukit Barisan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, pada hari Jum'at, tanggal 19 Desember 2025. (BEKISARMEDIA.ID/SIKUMBANG)
Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp750 juta dalam kegiatan Sapa Aruh GKR Hemas, Sinergi Aksi untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh–Sumut–Sumbar, yang digelar di Aula Utama Wisma Bukit Barisan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, pada hari Jum'at, tanggal 19 Desember 2025. (BEKISARMEDIA.ID/SIKUMBANG)

DPD RI Salurkan Rp750 Juta untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut di Yogyakarta

BekisarMedia.id, YogyakartaDewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) kembali menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi daerah, sekaligus penguat sinergi kemanusiaan lintas wilayah. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana alam asal Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) yang sedang menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp750 juta dalam kegiatan Sapa Aruh GKR Hemas, Sinergi Aksi untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh–Sumut–Sumbar, yang digelar di Aula Utama Wisma Bukit Barisan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, pada hari Jum’at, tanggal 19 Desember 2025.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak bencana, meliputi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya SKS, kebutuhan hidup (living cost), hingga uang saku mahasiswa.

[irp]

“Dana bantuan ini diharapkan dapat membantu keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak bencana. Tim akan segera melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak kampus, organisasi mahasiswa daerah, serta pemerintah daerah, agar penyalurannya tepat sasaran,” ujar GKR Hemas.

GKR Hemas menjelaskan, dana bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat dan Kepolisian Daerah DIY, melalui kegiatan Jomlo Fest, yang diselenggarakan PT Kontener Production. Dalam proses penyalurannya, Keraton Yogyakarta turut berperan dalam membantu distribusi kepada mahasiswa penerima manfaat.

Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog bagi mahasiswa terdampak bencana, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Aspirasi tersebut, menurut GKR Hemas, akan menjadi bahan penting bagi DPD RI dalam memperkuat advokasi kebijakan di tingkat nasional, khususnya terkait penanganan dampak bencana berbasis daerah.

[irp]

“DPD RI memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan penanggulangan bencana berbasis daerah, termasuk skema bantuan afirmatif bagi mahasiswa terdampak. Aspirasi yang disampaikan hari ini, akan kami bawa dalam advokasi kepada pemerintah pusat dan kementerian terkait,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan komitmen aktif dalam mendukung mahasiswa perantau yang terdampak bencana, sejalan dengan arahan Gubernur DIY.

“DIY tidak tinggal diam. Pemerintah daerah berkomitmen membantu penanganan dampak bencana, termasuk memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang menempuh studi di Yogyakarta,” ungkap GKR Hemas.

[irp]

Dalam proses penyaluran bantuan, GKR Hemas menekankan tentang pentingnya akurasi data. Ia meminta agar dilakukan verifikasi silang antara organisasi mahasiswa daerah, perguruan tinggi, dan instansi terkait, termasuk klasifikasi tingkat dampak bencana, agar bantuan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang paling membutuhkan.

Sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta diketahui telah memberikan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana. Perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), UPN Veteran Yogyakarta, dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Sementara mahasiswa di perguruan tinggi swasta lainnya, akan difasilitasi bantuan lanjutan, sesuai kebutuhan.

Menutup kegiatan, GKR Hemas menyampaikan pesan moral kepada mahasiswa dan pengurus organisasi kedaerahan, agar amanah bantuan ini dijaga dengan penuh tanggung jawab. “Saya menitipkan harapan besar agar pendataan dan verifikasi dilakukan secara cermat, sehingga bantuan ini benar-benar sampai kepada mahasiswa yang paling membutuhkan,” pungkasnya. (een)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *