Hari Jadi ke-80 Sumsel, Bupati Muba Komitmen Perkuat Sinergi

Kesiapan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk Bebas Asap Tahun 2026

BEKISARMEDIA.ID — Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Toha Tohet, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatra Selatan Tahun 2026. Acara khidmat tersebut digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, pada hari Senin, tanggal 18 Mei 2026.

Dalam kunjungan kerja ini, Toha Tohet didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Muba, Daud Amri, dan Kabag Prokopim, Agung Perdana.

Peringatan usia seabad kurang dua dasawarsa ini, menjadi catatan sejarah penting bagi lumbung energi Sumatra tersebut. Sebagai salah satu kabupaten penopang perekonomian regional, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba menegaskan kesiapannya untuk menyelaraskan program kerja lokal dengan visi makro provinsi.

BACA JUGA:  Pemkab Muba Tegaskan Surat Implementasi Permen ESDM Hoaks

Refleksi Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan Daerah

Toha Tohet menyampaikan bahwa Hari Jadi ke-80 Sumsel harus menjadi momentum refleksi atas dinamika pembangunan jangka panjang. Sumsel telah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di pulau Sumatra, karena ditopang oleh kekayaan komoditas dan posisi geografisnya.

Kabupaten Muba sendiri memegang peran vital melalui kontribusi sektor minyak dan gas bumi (migas), perkebunan kelapa sawit, serta karet. Sumber daya alam yang melimpah ini membutuhkan hilirisasi yang optimal agar dampaknya dapat merembes hingga ke tingkat desa.

“Selamat Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatra Selatan. Ini adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan, memperkokoh sinergi, dan memastikan roda pembangunan berjalan semakin merata hingga ke tingkat kabupaten dan desa-desa pelosok,” ujar Toha Tohet di sela acara.

Ia menegaskan, Pemkab Muba berkomitmen penuh mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel di bawah kepemimpinan Herman Deru sebagai gubernur. Kerja sama lintas sektoral, dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk memitigasi ketimpangan pembangunan antar wilayah.

BACA JUGA:  Pelatihan Migas Cepu, Pemkab Muba Rilis Kelulusan Administrasi

Menjaga Kekompakan di Tengah Tantangan Global

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, dalam pidatonya menekankan tentang pentingnya menjaga resiliensi dan kekompakan seluruh elemen daerah. Usia 80 tahun merupakan fase matang bagi Sumsel untuk memperkuat fondasi daya saing investasi di tingkat nasional maupun internasional.

Herman Deru mengajak seluruh kepala daerah, legislatif, dunia usaha, akademisi, hingga tokoh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai pemacu produktivitas baru. Sinkronisasi anggaran antara provinsi dan kabupaten/kota harus diperketat agar tidak terjadi tumpang tindih program.

“Sumatra Selatan ini menjadi besar karena kebersamaan. Pembangunan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri secara parsial. Provinsi, kabupaten, dan kota harus terus bersinergi agar manfaat fasilitas publik benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Herman Deru.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan capaian makro provinsi, seperti penurunan angka kemiskinan dan stunting, sangat ditentukan oleh efektivitas kinerja pelayanan publik di level pemerintah daerah sebagai ujung tombak eksekusi kebijakan di lapangan. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar