Pegadaian Championship 2026/2027 baru berjalan dua pertandingan bagi Sumsel United, tetapi perjalanan musim ini sudah mulai memperlihatkan bahwa sebuah klub sepak bola tidak pernah benar-benar hanya berhadapan dengan lawan di lapangan. Ada keadaan lain di luar stadion, yang kadang ikut menentukan bagaimana sebuah pertandingan dipersiapkan dan dijalankan. Di Palembang, salah satunya datang dalam bentuk kabut asap, yang dalam beberapa hari terakhir semakin terasa dalam kehidupan masyarakat.
Bagi sebagian masyarakat Palembang dan wilayah lain di Sumatra Selatan, kabut asap bukan lagi sesuatu yang hanya terlihat sesekali. Pada pagi hari, jarak pandang di sejumlah kawasan terasa terbatas dan kondisi tersebut dapat bertahan hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Sore hari kabut kembali terasa, kemudian malam datang dengan kondisi udara yang masih menjadi perhatian.
Pada 22 September 2026 pukul 09.00 WIB, data yang dicantumkan Air Quality Index dari IQAir, menunjukkan kualitas udara Palembang berada pada kategori sangat tidak sehat, dengan angka 209 AQI US dan PM2.5 sebagai polutan utama sebesar 134 µg/m³. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa persoalan kualitas udara sedang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Palembang, bukan sekadar sesuatu yang terlihat dari kejauhan.
Dalam situasi seperti itu, sepak bola pun akhirnya harus menyesuaikan diri. Match Organizing Committee (MOC) Sumsel United memutuskan pertandingan kandang pekan ketiga menghadapi PSPS Pekanbaru, yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB pada Sabtu, 26 September 2026, kembali digelar pada sore hari dengan kickoff pukul 15.30 WIB.
Keputusan tersebut tentu bukan keputusan yang berdiri sendiri. Ketua MOC Sumsel United, Muhammad Fathony, menyampaikan bahwa perubahan jadwal telah mempertimbangkan kondisi terkini di Palembang, dan dikomunikasikan secara resmi kepada I.League. MOC juga melibatkan dokter dan tenaga kesehatan serta terus berkoordinasi dengan pihak kesehatan dan keamanan, dalam mempersiapkan pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
Ada sesuatu yang menarik dari perubahan ini. Biasanya, perubahan jadwal pertandingan lebih mudah dikaitkan dengan persoalan teknis kompetisi, siaran, kondisi stadion, atau kepentingan klub, tetapi kali ini lingkungan tempat pertandingan berlangsung ikut menjadi pertimbangan. Sepak bola yang biasanya terasa seperti dunia tersendiri ternyata tetap harus tunduk pada keadaan masyarakat di sekitarnya.
Bagi Sumsel United, kondisi tersebut menambah satu lapisan baru dalam perjalanan musim ini. Mereka bukan hanya harus mempersiapkan tim untuk menghadapi PSPS Pekanbaru, tetapi pertandingan kandang itu juga harus dipersiapkan dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan orang-orang yang akan datang ke stadion. Pemain memang menjadi pusat perhatian ketika pertandingan dimulai, tetapi sebuah pertandingan tidak akan pernah benar-benar berjalan tanpa penonton, petugas, tenaga kesehatan, keamanan, steward, dan banyak orang lain yang bekerja di belakang layar.
Hal tersebut juga terlihat dari perhatian MOC terhadap suporter tim tamu. Setelah pada pertandingan pertama suporter PSMS Medan ditempatkan di tribun timur, suporter PSPS Pekanbaru yang datang ke Palembang juga akan diarahkan ke area tersebut dengan pendampingan steward. MOC bahkan mengingatkan suporter tim tamu agar membeli tiket sesuai alokasi yang telah ditentukan.
Pada akhirnya, pertandingan sepak bola memang tetap harus berlangsung. Namun, perjalanan sebuah kompetisi tidak pernah sepenuhnya terpisah dari kehidupan tempat kompetisi itu berlangsung. Ketika udara di sebuah kota sedang menjadi persoalan bagi masyarakat, stadion pun ikut merasakan pengaruhnya.
Bagi Sumsel United, pertandingan melawan PSPS Pekanbaru akan menjadi pertandingan kandang kedua setelah perjalanan ke Ciamis. Tetapi kali ini, ada cerita lain yang ikut menyertainya, kabut asap yang sedang menyelimuti Palembang dan bagaimana sebuah klub mencoba memastikan pertandingan tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan kondisi orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Musim masih panjang. Kita belum tahu bagaimana perjalanan Sumsel United akan berakhir, tetapi sejak awal sudah terlihat bahwa perjalanan itu tidak hanya akan bercerita tentang menang, kalah, atau seri. Ada kota tempat mereka bermain, ada masyarakat yang datang menyaksikan, ada keadaan yang berubah dari hari ke hari, dan kadang-kadang, seperti sekarang, keadaan di luar lapangan ikut masuk ke dalam cerita.
Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id









