Ketika Perjalanan Itu Akhirnya Dimulai

Perjalanan Sriwijaya FC di Liga Nusantara musim 2026/2027 akhirnya mendapatkan kepastian. Kepastian itu datang setelah I.League sebagai operator kompetisi menggelar owner meeting yang mempertemukan pengelola Liga Nusantara dengan 24 klub calon peserta. Bagi Sriwijaya FC, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi salah satu penanda bahwa perjalanan menuju musim baru benar-benar akan dimulai.

Owner meeting digelar di Super League Hall, Kantor I.League, Menara Mandiri II lantai 19, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Di ruangan itu, perwakilan klub-klub calon peserta Liga Nusantara berkumpul untuk membicarakan berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan kompetisi. Persibo, Gresik United, Persikota, Putra Sang Fajar, Persipa, Persinab, Perseden, Persikotas, Persekabpas, Persika, Pekanbaru FC, Batavia, Persitara, Persikutim, Persiba, Sriwijaya FC, Donggala United, Persekat, PS Ngada, Persipani, Pasuruan United, Pesik, Persibangga, dan Persinga menjadi bagian dari pertemuan tersebut.

Salah satu hasil penting dari pertemuan itu adalah kesepakatan mengenai pembagian peserta ke dalam tiga grup. Liga Nusantara musim 2026/2027 akan terbagi menjadi Grup Barat, Grup Tengah, dan Grup Timur. Pembagian tersebut sekaligus memberikan gambaran awal mengenai siapa saja yang akan menjadi bagian dari perjalanan Sriwijaya FC sepanjang fase grup.

Sriwijaya FC ditempatkan di Grup Barat bersama Persikat Tegal, Batavia FC, Persikota Tangerang, Pesik Kuningan, Persikotas Nusantara FC, Persitara Jakarta Utara, dan Pekanbaru FC. Delapan klub itu kini menjadi bagian dari cerita yang akan dijalani Sriwijaya FC dalam kompetisi musim ini. Nama-nama tersebut bukan lagi sekadar daftar calon lawan, melainkan klub-klub yang akan menentukan seperti apa perjalanan Sriwijaya FC di Liga Nusantara 2026/2027.

Sementara itu, Grup Tengah diisi Persiba Bantul, Gresik United, Persibo Bojonegoro, Persipa Pati, Persibangga Purbalingga, Putra Sang Fajar Blitar, Persinga Ngawi, dan Persika Karanganyar. Grup Timur dihuni Persekabpas Pasuruan, Persipani Paniai, Pasuruan United, PSN Ngada, Persinab Nabire, Perseden Denpasar, Persikutim Patriot United FC, dan Donggala United FC. Pembagian tersebut membuat peta awal kompetisi menjadi lebih jelas dan memberi setiap klub gambaran mengenai perjalanan yang harus mereka tempuh.

Bagi Sriwijaya FC, perhatian tentu tertuju kepada Grup Barat. Belum ada cerita yang bisa dituliskan mengenai bagaimana perjalanan itu akan berakhir, karena pertandingan bahkan belum dimainkan. Yang tersedia baru sebuah kepastian tentang siapa yang akan dihadapi dan bahwa sebuah musim baru telah menunggu di depan.

Di sinilah sebuah perjalanan klub biasanya bermula. Bukan ketika pertandingan pertama berlangsung, melainkan ketika segala sesuatu yang sebelumnya masih menjadi persiapan mulai memiliki bentuk. Setelah owner meeting ini, Sriwijaya FC tidak lagi hanya menunggu kompetisi; mereka sudah memiliki grup, calon lawan, dan jalan yang harus ditempuh.

Musim 2026/2027 pun perlahan membuka halaman pertamanya. Ke mana perjalanan itu akan membawa Sriwijaya FC, belum ada yang tahu. Untuk sementara, tugas kita hanya mencatatnya, satu pertandingan demi satu pertandingan, satu peristiwa demi satu peristiwa.


Ditulis oleh O. Hairudin Sikumbang
Kontributor BekisarMedia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *