BEKISARMEDIA.ID — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik PT Bina Hilir Utama Niaga di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada hari Jum’at, tanggal 17 Juli 2026.
Agenda ini bertujuan memantau langsung aktivitas operasional RPH, alur distribusi daging, serta penegakan standar kesehatan hewan.
Monitoring lapangan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif sekaligus pengumpulan bahan pendukung dalam pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2025.
Pastikan Standar Kesehatan Veteriner dan Keamanan Pangan
Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi II mengevaluasi secara ketat seluruh tahapan operasional, mulai dari pemeriksaan kesehatan ternak (antemortem) sebelum dipotong, proses penyembelihan, hingga pengolahan akhir dan pendistribusian daging ke pasar.
Aspek higienitas, sanitasi lingkungan, serta pemenuhan kaidah penyembelihan yang aman dan sesuai syariat Islam menjadi sorotan utama. Pengawasan ketat ini krusial untuk mencegah peredaran daging dari hewan yang tidak sehat, demi melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan.
“Keberadaan dan pengawasan RPH memiliki posisi strategis dalam menjaga keamanan pangan serta memberikan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Ketersediaan produk daging yang aman, sehat, utuh, dan halal adalah fondasi ketahanan pangan daerah,” ujar perwakilan Komisi II DPRD Sumsel.
Evaluasi Anggaran dan Penguatan Tata Kelola Pangan
Selain meninjau aspek teknis di lantai pemotongan, legislator turut menyoroti akuntabilitas tata kelola sektor peternakan yang berkaitan dengan program pemerintah daerah. Data dan temuan riil di lapangan akan dibawa ke forum rapat internal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerja.
Langkah pengawasan langsung ini diharapkan mampu mendorong perbaikan kebijakan jangka panjang di bidang ketahanan pangan. Komisi II berkomitmen memastikan setiap program dan alokasi anggaran pemerintah benar-benar berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Sumsel. (ohs)








1 komentar